batampos-Jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53) akhirnya dilakukan Autopsi oleh Kepolisian Resor (Polres) Anambas, Selasa, (21/10).
Autopsi ini dilakukan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan.
Pantauan, proses pembongkaran makam Harsyad berlangsung sejak pukul 10.00 WIB yang melibatkan langsung pihak keluarga.
Di lokasi, puluhan anggota polisi tampak mengamankan lokasi, ada garis polisi terpasang di area makam yang menandakan bahwa selain petugas dilarang melintas.
Proses autopsi ini dipimpin langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri yang juga ahli Forensik, AKP Leonardo.
Hadir juga perwakilan dari Direktorat Intelijen Imigrasi, Yusup, Canon dan Steven yang diperintahkan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto untik memantau langsung proses autopsi dan mencari tahu penyebab kematian.
Hingga kini, proses penggalian makam sedang berlangsung. Bau busuk menyengat di area pemakaman. Setelah penggalian makam, maka Tim Forensik langsung melalukan autopsi.
Kematian Harsyad sebelumnya menggemparkan warga Tarempa. Ia ditemukan tewas di semak-semak dengan kondisi mencurigakan.
Warga yang pertama kali menemukan jasadnya segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian, Jum'at, (17/10) lalu.
Dari keterangan keluarga, sebelum ditemukan tewas, korban sempat dijemput oleh seorang pria misterius sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Pria tersebut mengenakan jaket berpenutup kepala (hoodie), dan hingga kini identitasnya belum diketahui.
Kasus ini menyita perhatian publik. Polres Kepulauan Anambas memastikan akan mengusut tuntas kematian Harsyad dan berkomitmen menjalankan penyelidikan secara terbuka.
Masyarakat berharap hasil autopsi dapat mengungkap penyebab pasti kematian pegawai Imigrasi Tarempa tersebut serta menjawab misteri di balik peristiwa tragis itu. (*)
Editor : Tunggul Manurung