batampos- Puskesmas Tarempa mencatat lonjakan signifikan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama dua bulan terakhir. Total 292 warga tercatat datang berobat akibat penyakit tersebut.
Dari jumlah itu, pasien balita mencapai 49 orang. Sementara itu, kategori anak-anak berjumlah 71 orang, remaja 42 orang, dewasa 119 orang, dan lansia 11 orang.
Plt Kepala Puskesmas Tarempa, Selasri Rabia Januarti, mengatakan peningkatan pasien ini berkaitan dengan kondisi cuaca di Kecamatan Siantan yang tidak menentu sejak beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, perubahan cuaca yang cepat—mulai dari hujan, panas terik, hingga angin kuat membuat imunitas masyarakat mudah turun. Hal inilah yang kemudian memicu gejala ISPA.
"Pasien rata-rata mengeluhkan tenggorokan sakit, disertai pilek dan rasa tidak nyaman di bagian dada," ujar Selasri, Jumat (21/11).
Ia menjelaskan, meski jumlah pasien meningkat, seluruh kasus yang ditangani Puskesmas Tarempa sejauh ini hanya menunjukkan gejala ringan.
Tidak ada temuan pasien dengan kondisi berat atau memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.
"Alhamdulillah, semua pasien yang datang hanya mengalami gejala ringan. Belum ada yang sampai sesak napas berat atau membutuhkan perawatan khusus," tegas Selasri.
Selasri juga memerinci bahwa gejala yang dialami pasien umumnya berupa batuk kering, sakit tenggorokan, bersin, pilek, serta demam rendah.
Penanganan awal diberikan berupa obat pereda gejala serta edukasi menjaga daya tahan tubuh.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini masih dapat dikendalikan dan pihak puskesmas terus memantau perkembangan kasus setiap minggu, termasuk kemungkinan ada peningkatan kasus pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.
"Yang penting, masyarakat tidak panik. ISPA ini bisa cepat pulih kalau ditangani dengan benar dan masyarakat menjaga kesehatan," kata Sulasri.
Selain itu, Selasri memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah penularan penyakit tersebut.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan mulai dari kebiasaan sehari-hari.
"Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar menjaga kondisi tubuh. Minumlah air putih secara rutin, jangan menunda makan, dan hindari terkena perubahan cuaca secara langsung," ujar Selasri.
Ia juga meminta warga mengenakan masker bila mengalami batuk atau pilek, serta menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
"Jangan tunggu sampai parah. Kalau mulai sakit tenggorokan atau demam ringan, segera periksa ke Puskesmas," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung