batampos- Pencarian kapal kargo KM Pelangi 15 yang dinyatakan hilang memasuki hari ketiga dan masih belum membuahkan hasil, Rabu (10/12).
Kapal tersebut diawaki empat orang Anak Buah Kapal (ABK) yakni Syaiful Anwar (54), warga Hutan Lindung Tanjungpinang; Abidin (43), warga Tanjung Unggat Tanjungpinang; serta dua warga Desa Nyamuk, Juraimi (46) dan Sarip (38).
Hingga hari ini, belum ada laporan yang memastikan keberadaan kapal maupun tanda-tanda yang mengarah pada lokasi terdamparnya KM Pelangi 15.
Meski tanpa bantuan Basarnas, masyarakat tetap melakukan upaya pencarian secara mandiri. Pencarian dipimpin langsung oleh Pang Rinto bersama warga.
Sedikitnya tujuh kapal dikerahkan warga dari Kecamatan Siantan Timur untuk menyisir rute yang diduga dilalui kapal kargo tersebut.
Lokasi pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir kapal, yakni 2°35'42.00"N 106°54'41.00"E di sekitar perairan Tambelan, Kabupaten Bintan.
“Sudah hari ketiga mencari KM Pelangi 15 belum ada kabar baik. Mudah-mudahan hari ini ada kabar baik,” ujar Pang Rinto, Rabu (10/12).
Sementara itu, Bupati Anambas Aneng merespons kabar hilangnya kapal tersebut. Kepada Batam Pos, Aneng mengakui bahwa pencarian lewat laut masih nihil hasil.
“Saya sudah hubungi Medco Energi untuk membantu pencarian lewat udara. Sekarang lagi proses administrasi untuk pinjam helikopter,” kata Aneng.
Menurutnya, pencarian lewat udara dinilai lebih efektif mengingat kondisi laut saat ini sedang ekstrem dan menyulitkan tim yang berada di lapangan.
“Gelombang sedang tinggi. Karena itu, pencarian udara jauh lebih cepat memberi gambaran situasi,” tegas Aneng.
Pemkab Anambas juga berkoordinasi dengan Camat Midai dan Camat Tambelan untuk mengantisipasi kemungkinan KM Pelangi 15 terdampar di wilayah tersebut.
“Mudah-mudahan ada kabar baik. Kita semua berharap para ABK dalam keadaan selamat,” harap Aneng.
KM Pelangi 15 diketahui bertolak dari Pelabuhan Tarempa pada Sabtu (6/12) pukul 23.00 WIB membawa muatan ikan segar dan kebutuhan pokok.
Kapal seharusnya tiba di Pontianak pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB, namun hingga melewati jadwal tersebut tidak ada kontak sama sekali dengan pihak manapun.
Pemantauan terakhir AIS mencatat posisi KM Pelangi 15 berada di perairan Tambelan pada Minggu (7/12) pukul 13.10 WIB sebelum sinyal hilang sepenuhnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung