Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Otoritas Pelabuhan Sempat Larang Berlayar, Agen dan Nakhoda KM Pelangi 15 Tetap Ngotot karena Takut Ikan Busuk dan Merugi

Ihsan Imaduddin • Rabu, 10 Desember 2025 | 14:52 WIB

 

ABK KM Pelangi 15 saat memuat ikan segar ke kapal, sebelum berangkat dari Tarempa.
ABK KM Pelangi 15 saat memuat ikan segar ke kapal, sebelum berangkat dari Tarempa.
batampos- Hilangnya kapal kargo KM Pelangi 15 yang bertolak dari Tarempa menuju Pemangkat, Kalimantan Barat, hingga kini masih menjadi misteri.

Kapal tersebut belum juga tiba di tujuan sejak dinyatakan berangkat pada Sabtu (6/12) malam.

KM Pelangi 15 diketahui membawa muatan ikan segar. Berdasarkan jadwal normal, kapal seharusnya tiba di Pemangkat pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dengan jarak dan rute pelayaran tersebut, perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 30 jam.

Sebelum keberangkatan, otoritas pelabuhan sudah mengingatkan nakhoda dan agen kapal mengenai kondisi cuaca buruk.

Peringatan tersebut dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengimbau seluruh kapal untuk menunda keberangkatan.

“Kita dan Syahbandar sudah mengingatkan soal himbauan BMKG. Kapal-kapal lain saja tunda. Tapi agen dan nakhoda bersikeras mau berangkat,” kata Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Antang, Arie Saputra, Rabu (10/12).

Karena desakan dari nakhoda dan agen, pihak pelabuhan akhirnya tetap menerbitkan Persetujuan Berlayar (PB) untuk KM Pelangi 15.

Namun, PB itu disertai catatan bahwa dua nakhoda, yakni Along dan Syaiful Anwar, menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Dalam surat tersebut, keduanya menyatakan siap menanggung segala risiko pelayaran tanpa melibatkan pihak mana pun.

Namun kenyataannya, hanya Syaiful Anwar yang ikut berangkat sebagai nakhoda, sementara Along tidak ikut dalam pelayaran tersebut.

Adapun anak buah kapal (ABK) yang ikut berangkat adalah Juraimi, Abidin, dan Sarip. Mereka bertugas membantu operasional kapal selama perjalanan menuju Pemangkat.

Arie menegaskan bahwa sebelum kapal dilepas, pihaknya telah melakukan pemeriksaan lengkap.

Pemeriksaan dilakukan terhadap muatan, alat navigasi, perlengkapan keselamatan, hingga perangkat komunikasi. Seluruhnya dinyatakan lengkap dan laik digunakan.

Menurut Arie, alasan pihak kapal tetap nekat berangkat meski cuaca buruk adalah karena takut muatan ikan segar rusak atau busuk. Kondisi itu disebut dapat menimbulkan kerugian besar bagi pemilik muatan.

“Itu alasan mereka tetap mau berangkat meski BMKG sudah keluarkan peringatan dini cuaca buruk,” ujar tambag Arie.

Hingga kini, nasib KM Pelangi 15 dan empat orang yang berada di dalamnya belum diketahui.

Otoritas terkait masih menunggu perkembangan informasi dari wilayah perairan sekitar jalur pelayaran kapal tersebut.

Sementara itu, Ethen selaku agen PT Putra Anambas Shipping yang menangani keberangkatan kapal, belum memberikan respons ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kapal #hilang