Batampos - Perayaan tahun baru 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas berlangsung dengan cara yang sederhana namun penuh kebersamaan.
Masyarakat tidak hanya menghabiskan waktu dengan bersantai di tempat wisata seperti pantai atau air terjun, tetapi juga mengisi liburan dengan kegiatan yang lebih meriah di lingkungan masing-masing.
Di berbagai desa, warga memilih untuk berkumpul dan membuat kegiatan bersama yang melibatkan banyak orang.
Cara ini dinilai lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu mempererat hubungan antarwarga.
Salah satu contoh kegiatan menarik terlihat di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan. Warga setempat menggelar perlombaan bola voli antar Rukun Tetangga (RT) untuk memeriahkan suasana tahun baru.
Turnamen bola voli tersebut berlangsung di lapangan desa dan disaksikan oleh banyak warga. Suasana lapangan terlihat ramai, penuh sorak sorai dan tawa dari para penonton.
Yang membuat perlombaan ini berbeda dari biasanya adalah aturan berpakaian bagi para pemain. Baik pemain pria maupun wanita diwajibkan mengenakan daster saat bertanding.
Penggunaan daster membuat para pemain terlihat lucu dan mengundang gelak tawa. Selain itu, pakaian tersebut juga membuat gerakan pemain menjadi lebih terbatas.
Saat mencoba melompat dan melakukan smash, banyak pemain terlihat kesulitan karena daster yang longgar dan panjang. Hal inilah yang justru menjadi daya tarik utama pertandingan tersebut.
Ketua Pemuda Tarempa Barat, Bagas Apriboy, mengatakan bahwa ide tersebut dibuat hanya untuk hiburan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan agar warga bisa tertawa dan menikmati momen tahun baru bersama.
“Ini hiburan kita saja sih, biar ada ketawa-ketawa juga. Karena kalau pakai daster pasti lucu,” kata Bagas, Jumat (2/1/2025).
Ia menjelaskan, dalam perlombaan tersebut terdapat sebanyak 10 tim yang ikut bertanding. Tim-tim tersebut terdiri dari gabungan pemain pria dan wanita dari masing-masing RT.
Setiap tim bertanding secara bergiliran untuk menentukan siapa yang paling unggul. Meski bersifat hiburan, pertandingan tetap berjalan seru dan penuh semangat.
Para pemain terlihat serius mengejar bola, meskipun harus menahan tawa karena pakaian yang mereka kenakan. Penonton pun ikut terhibur dengan aksi-aksi unik di lapangan.
Bagas menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pertama yang pernah dibuat di desa tersebut. Sebelumnya, belum pernah ada perlombaan serupa dengan konsep yang unik seperti ini.
“Agenda pertama sih, sebelumnya kita tak pernah buat seperti ini. Spontan saja, itung-itung kita pererat hubungan sesama warga,” ujarnya.
Melalui kegiatan sederhana namun kreatif ini, warga Tarempa Barat berharap kebersamaan dan rasa kekeluargaan di desa mereka semakin kuat di awal tahun 2026. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak