Telur Ayam Langka di Pulau Siantan Anambas, Warga Kesulitan Dapat Stok
Ihsan Imaduddin• Sabtu, 3 Januari 2026 | 07:00 WIB
Salah satu kios di Pasar Inpres Tarempa yang masih menjual telur ayam. Hari kedua di tahun 2026, stok telur ayam menipis. F Dian untuk Batam Pos
Batampos - Warga Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai kesulitan mendapatkan telur ayam pada awal tahun 2026. Pasokan yang tersendat menyebabkan telur nyaris tidak ditemukan di sejumlah warung dan toko kelontong.
Pantauan menunjukkan, banyak etalase warung yang kosong dari telur. Pedagang yang masih memiliki stok membatasi jumlah pembelian agar persediaan dapat bertahan lebih lama.
Seorang warga,Dian, mengungkapkan ia harus mendatangi beberapa warung untuk mendapatkan telur. Namun, pembelian dibatasi hanya dalam jumlah kecil.
“Keliling cari telur susah. Kalau ada pun cuma boleh beli 10 butir,” katanya, Jumat (2/1/2026).
Dian mengatakan kondisi ini berbeda dengan situasi sebelum pergantian tahun, di mana telur masih tersedia melimpah di pasar maupun warung.
“Sebelum tahun baru masih banyak. Saya beli di pasar bisa satu papan. Sekarang langsung kosong,” ujarnya.
Distributor telur ayam di Anambas,Sarja, membenarkan adanya keterlambatan pasokan. Ia menjelaskan telur yang dikirim dari luar daerah belum tiba di Anambas karena kendala pelayaran.
“Kapal yang membawa telur masih sandar di Kijang, Bintan, dan belum bisa berangkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca menjadi faktor utama. Gelombang dan angin kencang di perairan Anambas membuat operator kapal menunda pelayaran sesuai imbauan BMKG.
Meski terjadi kelangkaan, Sarja memastikan harga telur belum mengalami kenaikan. Harga masih bertahan di kisaranRp60 ribu per papan isi 30 butir.
Ia berharap, setelah kondisi cuaca membaik, kapal dapat segera berlayar sehingga pasokan telur ayam ke Anambas kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (*)