Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Workshop Batik Mangrove di Jemaja, Pelajar Diajak Peduli Lingkungan Lewat Kreativitas

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:30 WIB

SEJUMLAH pelajar antusias mengikuti workshop Batik Mangrove yang digelar oleh Harbour Energi, Jumat, (9/1/2026).
SEJUMLAH pelajar antusias mengikuti workshop Batik Mangrove yang digelar oleh Harbour Energi, Jumat, (9/1/2026).

Batampos -  Puluhan pelajar dari SMA Negeri 1 Jemaja dan SMK Negeri 3 Anambas mengikuti Workshop Batik Mangrove yang digelar Harbour Energy di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan kreatif berbasis konservasi.

Workshop tersebut mengusung pelatihan membatik tulis dengan memanfaatkan pewarna alami yang berasal dari limbah mangrove atau bakau. Limbah mangrove yang selama ini jarang dimanfaatkan diolah menjadi bahan pewarna ramah lingkungan dengan karakter warna yang khas dan unik.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan mulai dari proses pengolahan limbah mangrove hingga menjadi pewarna batik siap pakai. Peserta juga diajarkan teknik dasar membatik tulis menggunakan canting, mulai dari pembuatan motif hingga proses pewarnaan di atas kain.

Baca Juga: Nelayan Bintan Terima Bantuan Alat Tangkap dan Perikanan, Bupati Ingatkan Tak Boleh Diperjualbelikan

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelajar mencoba langsung menuangkan motif dan warna ke kain batik dengan pendampingan instruktur, sekaligus memahami filosofi pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan.

Selain keterampilan membatik, workshop ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove. Mangrove memiliki peran vital dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan gelombang laut, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

Ketua Komunitas Konservasi Mangrove, Penyu, Alam, dan Karang (KOMPAK), Syahrul Hidayat, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi lingkungan kepada generasi muda di wilayah pesisir.

“Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat biota laut, mangrove juga memiliki nilai ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui batik mangrove, pemanfaatan sumber daya alam bisa dilakukan tanpa merusak lingkungan,” ujar Syahrul.

Ia menambahkan, pemanfaatan limbah mangrove sebagai pewarna batik merupakan langkah inovatif yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan cara ini, lingkungan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh nilai tambah.

Baca Juga: Peduli Sesama, Polsek Sekupang Bantu Lansia dan Janda di Sekupang

Syahrul berharap para pelajar yang mengikuti workshop ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan terus mengembangkan semangat konservasi serta inovasi berbasis potensi lokal.

Kegiatan membatik tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Harbour Energy sejak 2023. Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah mangrove agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sekaligus mendorong kreativitas masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui workshop ini, kami berharap tercipta dampak positif bagi pelestarian lingkungan, penguatan identitas lokal, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis konservasi,” tutup Syahrul. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Workshop Batik #jemaja