Batampos - Proyek revitalisasi Pasar Loka yang berada di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, dipastikan gagal dibangun. Proyek yang bersumber dari dana APBN tahun 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp27,5 miliar itu hingga kini tak menunjukkan hasil signifikan.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengakui mereka masih berupaya agar proyek revitalisasi Pasar Loka dapat dilanjutkan. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat.
“Kita usahakan untuk dilanjutkan lagi revitalisasinya. Kemarin sudah ke Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ujar Aneng, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Komisi I DPRD Sumsel Pelajari Pemanfaatan TIK di Kepri, Dorong Penguatan E-Government
Kegagalan revitalisasi Pasar Loka menjadi perhatian serius karena pasar tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Anambas. Selama bertahun-tahun, pasar ini menjadi tumpuan pedagang kecil hingga menengah dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Selain berfungsi sebagai pusat perdagangan, lokasi Pasar Loka juga dinilai sangat strategis. Pasar ini berada tepat di kawasan muka pintu kedatangan Tarempa, sehingga menjadi wajah pertama yang dilihat oleh tamu maupun pendatang yang masuk ke ibu kota kabupaten.
Baca Juga: Berburu Sate Taichan di Batam? Ini 5 Tempat Taichan yang Wajib Dikunjungi
Dengan posisi tersebut, revitalisasi Pasar Loka sejatinya diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan berbelanja, memperindah tata kota, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat Anambas.
Namun harapan tersebut kini belum terwujud. Area pasar saat ini justru ditutup seng berwarna biru, menandakan proyek revitalisasi yang mangkrak dan belum jelas kelanjutannya. Kegagalan pembangunan pasar tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Pasar Loka. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak