batampos - Peran media dinilai sangat penting dalam menjaga jalannya pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessy Ariessandy, usai menggelar kegiatan coffee morning bersama wartawan, Minggu, (1/2).
Kegiatan coffee morning itu digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi antara pemerintah daerah dan insan pers yang ada di Anambas.
Yessy mengatakan, media memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan informasi agar masyarakat mendapatkan berita yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, keberadaan media sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan program, kebijakan, serta capaian pembangunan kepada masyarakat luas.
“Media adalah mitra penting pemerintah. Peran media sangat menentukan bagaimana masyarakat memahami kinerja pemerintah, sehingga komunikasi harus terjaga dengan baik,” kata Yessy.
Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab, terutama dalam menyajikan informasi yang berimbang sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Yessy mendorong agar pemberitaan yang disajikan media tidak hanya menyoroti sisi negatif, tetapi juga memuat informasi positif yang membangun tanpa mengabaikan fakta.
“Pemberitaan yang baik adalah pemberitaan yang berimbang, sesuai kode etik Dewan Pers, tidak menghakimi, dan tetap menjunjung profesionalisme,” tegasnya.
Ia berharap insan pers di Anambas dapat terus meningkatkan kualitas jurnalistik demi terciptanya iklim informasi yang sehat dan dipercaya publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Anambas, Abdul Kadir, menyampaikan usulan agar ke depan digelar Pers Award bagi wartawan.
Menurut Abdul Kadir, Pers Award tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada wartawan yang konsisten, profesional, dan patuh terhadap aturan jurnalistik.
“Pers Award ini kita rencanakan sebagai penghargaan bagi wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Abdul Kadir.
Selain itu, Abdul Kadir juga menekankan agar insan pers dapat bekerja sesuai aturan dan menjauhi praktik copy paste maupun plagiarisme dalam pemberitaan.
Ia menyoroti masih adanya wartawan yang tidak turun ke lapangan, namun hanya menyalin berita orang lain, terutama saat berkaitan dengan proses administrasi pencairan.
“Ini yang harus kita hilangkan. Wartawan harus turun ke lapangan, bukan hanya menyalin berita orang lain. Profesionalisme itu diukur dari kerja nyata, bukan hasil plagiat,” tegas Abdul Kadir.
Ia berharap ke depan, insan pers di Anambas dapat semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi pilar informasi yang kredibel bagi masyarakat. (*)
Editor : M Tahang