Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemprov Kepri Siapkan Dana Rp 2 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Tiangau

Ihsan Imaduddin • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:00 WIB

 

KONDISI Jalan Tiangau yang sangat meprihatinkan, Pemprov Kepri kucur Rp 2 Miliar untuk perbaikan. F IHSAN IMADUDDIN/Batam Pos
KONDISI Jalan Tiangau yang sangat meprihatinkan, Pemprov Kepri kucur Rp 2 Miliar untuk perbaikan. F IHSAN IMADUDDIN/Batam Pos

Batampos - Kondisi jalan Desa Tiangau yang menghubungkan wilayah Harung Hijau dengan Kampung Melayu di Anambas kini sangat memprihatinkan. Jalan itu, biasanya menjadi akses utama masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan perbaikan yang layak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan mulai terlihat jelas setelah melewati SMP Negeri 5 Harung Hijau. Permukaan jalan dipenuhi lubang, bebatuan berserakan, dan kondisi badan jalan tidak rata.

Situasi ini membuat warga yang melintas merasa tidak nyaman, baik pengguna sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh atau mengalami kerusakan kendaraan.

Pada saat cuaca cerah dan panas, kondisi jalan semakin mengganggu. Debu-debu beterbangan akibat kendaraan yang melintas sehingga mengurangi jarak pandang dan mengotori pakaian serta rumah warga di sekitar jalan.

Sementara itu, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan becek. Lumpur menggenang di sejumlah titik, membuat kendaraan sulit melintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga: Peringati Nisfu Sya'ban, Masyarakat Lingga Baca Yasin dan Doa Bersama

Salah seorang warga Desa Tiangau, Sariman, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama rusak dan belum pernah mendapat perhatian serius. Ia menilai pembangunan infrastruktur di wilayahnya kerap terabaikan.

“Kondisi ini sudah lama, Tiangau jarang diperhatikan. Banyak pembangunan hanya sampai di Harung Hijau,” ujar Sariman, Minggu (1/2/2026).

Sariman menjelaskan, jarak jalan rusak mulai dari SMP Negeri 5 Harung Hijau hingga ujung Tiangau mencapai hampir dua kilometer. Menurutnya, jarak tersebut seharusnya sudah menjadi prioritas untuk diperbaiki.

Ia juga menyinggung kebijakan pembangunan pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, Abdul Haris, yang lebih memilih membangun jalan di kawasan pantai.

Padahal, menurut warga, kawasan pantai tersebut jarang dilalui masyarakat dibandingkan jalan penghubung Harung Hijau–Tiangau yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.

“Terkesan mubazir, kami minta ya jalan di sini diperbaiki lah. Sudah jalan rusak, penerangan pun tidak ada. Tapi katanya tahun ini Provinsi mau benahi,” keluh Sariman.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau, Suji Hartano, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan survei terhadap jalan Kampung Melayu Tiangau pada tahun lalu.

Baca Juga: Operasi Keselamatan Seligi 2026 Dimulai, Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas

“Jalan Kampung Melayu Tiangau sudah kami survei tahun lalu dan hasilnya telah kami masukkan dalam APBD Provinsi Kepri tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar,” ujar Suji Hartano.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melengkapi berbagai dokumen dan persyaratan administrasi yang dibutuhkan sebelum proses pelelangan pekerjaan dimulai.

Menurut Suji, tahapan administrasi tersebut meliputi penyusunan dokumen teknis, perencanaan detail, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. 

PUPR Provinsi Kepri berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga perbaikan jalan penghubung Harung Hijau–Kampung Melayu Tiangau bisa segera direalisasikan dan memberi kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Jalan Rusak Anambas #pemprov kepri