Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

RSUD Tarempa Tipe C Kekurangan 240 Tenaga Medis dan Pegawai Nonmedis

Ihsan Imaduddin • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:30 WIB
BUPATI dan Wakil Bupati Anambas, Aneng-Raja Bayu meninjau ruangan di RSUD Tipe C. Saat ini RSUD tersebut masih kekurangan 240 orang tenaga. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
BUPATI dan Wakil Bupati Anambas, Aneng-Raja Bayu meninjau ruangan di RSUD Tipe C. Saat ini RSUD tersebut masih kekurangan 240 orang tenaga. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas membutuhkan tambahan ratusan tenaga kerja untuk mendukung operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa tipe C yang baru dibangun.

Total kebutuhan tenaga medis dan pendukung diperkirakan mencapai ratusan orang agar rumah sakit dapat beroperasi secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengatakan berdasarkan aturan dan hasil analisa internal, RSUD Tarempa tipe C idealnya didukung sekitar 400 orang karyawan.

Menurut Feri, jumlah tersebut mencakup seluruh kebutuhan tenaga, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga tenaga pendukung seperti petugas keamanan dan kebersihan.

“Saat ini, jumlah karyawan yang bertugas di RSUD Tarempa baru sekitar 160 orang. Itu sudah termasuk ASN dan karyawan BLUD,” ujar Feri, Senin (2/2).

Dengan kondisi tersebut, Dinkes Anambas mencatat masih ada kekurangan sekitar 240 orang tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan ideal rumah sakit tipe C.

“Setelah kita kaji, butuh 400-an orang tenaga. Sudah termasuk satpam dan tenaga kebersihan. Jadi memang ada kekurangan tenaga,” jelas Feri.

Ia menyebutkan, untuk sementara waktu pihaknya masih mengandalkan tenaga lama yang ada agar rumah sakit tetap dapat mulai beroperasi.

Namun demikian, hingga saat ini Dinkes Anambas belum dapat memastikan kapan penerimaan tenaga baru akan dibuka, baik untuk tenaga medis maupun tenaga pendukung.

Feri menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengoperasikan RSUD Tarempa terlebih dahulu, sambil melihat kebutuhan riil di lapangan.

“Nanti akan kita lihat dulu mana yang harus diutamakan. Dari situ baru bisa ditentukan formasi yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses penerimaan tenaga ke depan masih akan dikaji, apakah kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui pegawai BLUD atau melalui jalur ASN.

Baca Juga: Restrukturisasi Besar Aumovio, 4.000 PHK dan Tekanan Supplier Otomotif

Selain persoalan jumlah tenaga, Dinkes Anambas juga menyiapkan tenaga profesional untuk mengoperasikan sejumlah alat medis modern yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sejauh ini, tenaga yang paling dibutuhkan di RSUD Tarempa antara lain dokter spesialis, dokter bedah, serta perawat dengan keahlian tertentu.

Feri mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Anambas telah membuka lowongan melalui seleksi CPNS maupun PPPK, namun minat pelamar masih tergolong rendah.

Sebagai solusi sementara, Pemkab Anambas mengandalkan program dokter internship dari Kementerian Kesehatan untuk membantu pelayanan medis di RSUD Tarempa.

RSUD Tarempa tipe C sendiri ditargetkan dapat beroperasi secara penuh setelah Hari Raya Idulfitri, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Anambas. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#anambas #rsud tarempa