Batampos – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah, seiring posisi Anambas sebagai wilayah perbatasan dengan jalur mobilitas internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor guna memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah.
“Kami berkoordinasi dengan Badan Karantina untuk mengawasi pintu masuk, karena banyak masyarakat yang datang dari Batam. Kita ketahui Batam merupakan pintu masuk internasional,” ujar Feri, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Ron Kenoly Ikon Musik Gospel Internasional Meninggal Dunia, Simak Profil dan Perjalanan Kariernya
Langkah antisipasi dilakukan sejak dini mengingat tingginya arus keluar masuk masyarakat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mobilitas warga dari Kota Batam serta maraknya kapal yacht asing yang langsung menuju Anambas dinilai meningkatkan risiko masuknya penyakit menular.
Menurutnya, pengawasan dilakukan terhadap penumpang yang masuk melalui jalur laut maupun udara. Pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi penumpang menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan.
Virus Nipah sendiri pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan muncul di sejumlah wilayah di Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Kita tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun sampai sekarang belum ada kasus di Anambas,” kata Feri. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak