Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Roro Tradisional di Siantan Makin Marak, Warga Antar Pulau Kini Bisa Bawa Motor Sendiri

Ihsan Imaduddin • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00 WIB
Kapal roro tradisional melakukan bongkar muat sepeda motor di Pelabuhan Kampung Baru, Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kapal roro tradisional melakukan bongkar muat sepeda motor di Pelabuhan Kampung Baru, Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

 

batampos – Transportasi roro tradisional berbasis pompong modifikasi kian marak di Siantan, Kepulauan Anambas. Layanan ini memudahkan warga antar pulau membawa sepeda motor sendiri dengan biaya lebih hemat.

 

Kehadiran roro tradisional tersebut menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak menyeberang sambil membawa kendaraan pribadi. Layanan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di ibu kota kabupaten, Tarempa.

Saat ini rute yang dilayani meliputi Kampung Baru–Air Asuk hingga Teluk Buluh. Jalur tersebut menghubungkan tiga pulau, yakni Matak, Air Asuk, dan Siantan.

Sebelumnya warga harus menggunakan kapal penumpang biasa dan menyewa sepeda motor setibanya di tujuan. Dengan adanya roro tradisional, masyarakat dapat membawa kendaraan sendiri sehingga lebih praktis dan hemat biaya.

Salah seorang pengguna jasa, Herman, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Ia menyebut jumlah kapal yang beroperasi juga mulai bertambah.

“Alhamdulillah makin banyak kapal roro tradisional ini, bisa membantu akses masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/2).

Menurutnya, membawa sepeda motor sendiri membuat pengeluaran lebih ringan. Warga tidak perlu lagi menyewa kendaraan di Tarempa yang biayanya cukup tinggi.

“Kalau sewa bisa sampai Rp80 ribu sehari. Sekarang cukup bayar angkut motor Rp50 ribu,” katanya.

Saat ini tercatat tiga kapal roro tradisional yang melayani penyeberangan setiap hari. Jam keberangkatan menyesuaikan kondisi cuaca dan jumlah penumpang, sementara penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis.

Meski membantu masyarakat, operasional roro tradisional tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.

“Petugas sudah rutin mengecek segala yang ada di kapal. Alat keselamatan wajib tersedia,” ujarnya.

Ia menegaskan pengelola kapal diminta tidak mengangkut kendaraan melebihi kapasitas. Setiap kapal harus dilengkapi pelampung, alat komunikasi, serta memastikan mesin dalam kondisi baik sebelum berlayar.

Nurullah juga mengingatkan agar nakhoda tidak memaksakan keberangkatan saat cuaca buruk.
“Keselamatan penumpang harus diutamakan. Jangan paksakan berlayar jika kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim