Batampos - Tiket kapal ferry rute Tarempa menuju Batam dan Tanjungpinang ludes terjual jauh sebelum puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Khusus untuk keberangkatan 14 dan 17 Maret atau H-7 lebaran, seluruh kursi sudah habis diborong calon penumpang.
Pantauan di loket penjualan tiket pada Minggu (22/2), tidak terlihat lagi aktivitas pembelian. Loket tampak lengang karena tiket untuk jadwal favorit menjelang lebaran sudah terjual habis sejak Sabtu (21/2/2026).
Calon penumpang yang datang hanya bisa menanyakan sisa jadwal yang tersedia. Namun untuk tanggal 14 dan 17 Maret, petugas memastikan tidak ada lagi tiket yang bisa dibeli.
“Tiket sudah habis semua, yang ada tinggal tanggal 3 dan 10 Maret. Kalau balik tanggal segitu, kami belum dapat izin kerja,” ujar Hesti, calon penumpang yang hendak mudik ke Pekanbaru.
Hesti mengaku kecewa karena informasi pembukaan penjualan tiket arus mudik tidak disampaikan secara rinci kepada masyarakat. Ia menyebut, penjualan tiket untuk periode mudik baru dibuka sehari sebelumnya, namun langsung diserbu pembeli.
Menurutnya, banyak calon penumpang tidak mengetahui secara pasti kapan tiket mulai dijual. Akibatnya, sebagian masyarakat baru datang ke loket setelah tiket untuk jadwal favorit habis.
Meski gagal mendapatkan tiket langsung dari Tarempa, Hesti tidak menyerah. Ia kemudian berkoordinasi dengan agen penjualan tiket di Letung untuk mencari alternatif keberangkatan.
“Tapi saya sudah koordinasi dengan agen yang di Letung. Alhamdulillah masih ada, jadi saya ambil tiket yang dari Letung menuju Batam,” jelasnya.
Keputusan itu membuatnya harus mengeluarkan biaya lebih besar. Jika membeli tiket langsung Tarempa ke Batam, harga yang dibayarkan hanya Rp 544 ribu.
Sementara jika berangkat melalui Letung, ia harus membayar tiket Tarempa–Letung sekitar Rp 200 ribu, lalu melanjutkan Letung–Batam sebesar Rp 490 ribu. Total biaya yang dikeluarkan hampir Rp 600 ribu.
“Kalau tiket langsung Tarempa ke Batam cuma Rp 544 ribu. Tapi enggak apa-apa demi keluarga,” kata Hesti.
Operator ferry, Acai, membenarkan bahwa puncak pembelian tiket arus mudik terjadi pada Sabtu kemarin, bertepatan dengan hari pertama penjualan tiket untuk periode lebaran.
“Ramai sekali, ada yang dari sahur antre di loket. Jadi semua tiket keberangkatan dari H-7 lebaran habis,” ujar Acai.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak menerapkan sistem pemesanan atau booking. Calon penumpang wajib datang langsung ke loket untuk membeli tiket, sehingga antrean panjang tidak bisa dihindari saat penjualan dibuka.
Saat ini, operator tengah mengupayakan penambahan jadwal keberangkatan pada 15 Maret. Namun keputusan final berada di tangan pengelola kapal ferry, yakni Santoni.
“Rencana tanggal 15 Maret ada penambahan. Kami belum berani jual tiketnya, tunggu kepastian dulu,” kata Acai.
Diketahui, kapal ferry rute Anambas–Batam–Tanjungpinang hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Sabtu.
Keterbatasan jadwal ini membuat banyak calon pemudik tidak terangkut, terutama saat lonjakan penumpang menjelang lebaran. Jika kapal beroperasi setiap hari, potensi penumpukan penumpang diperkirakan bisa diminimalisir. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak