Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BPS Sensus Ekonomi 2026, Wakil Bupati Anambas Ajak Warga Beri Data Real

Ihsan Imaduddin • Selasa, 3 Maret 2026 | 17:30 WIB

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu bersama Kepala BPS setempat, Adi Cahyadi melakukan Mou pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu bersama Kepala BPS setempat, Adi Cahyadi melakukan Mou pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli mendatang. Persiapan dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sensus Ekonomi menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu mengatakan Sensus Ekonomi memiliki peran penting dalam mengukur perkembangan sektor usaha di daerah. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting bagi daerah. Dari sini kita bisa mengukur sejauh mana perkembangan usaha, potensi yang kita miliki, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Anambas,” ujar Raja Bayu, Selasa, (3/3/2026).

Ia menjelaskan, sejak Sensus Ekonomi terakhir dilakukan pada 2016 lalu, telah banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pertumbuhan sektor usaha, munculnya pelaku UMKM baru, hingga perkembangan ekonomi digital menjadi dinamika yang perlu didata secara menyeluruh.

Menurut Raja Bayu, perubahan tersebut harus tercatat dengan baik agar pemerintah memiliki data akurat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Tanpa data yang valid, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.

“Kalau datanya akurat, maka program yang kita susun juga akan tepat. Kita bisa menentukan sektor mana yang perlu didorong, mana yang perlu dibantu, dan bagaimana strategi meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas mantan Anggota DPRD Anambas itu.

Untuk itu, Raja Bayu mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan pentingnya memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus.

“Saya minta masyarakat dan pelaku usaha jangan ragu. Berikan data yang real dan sesuai kondisi di lapangan, karena sensus ini juga menentukan arah pembangunan daerah kita ke depan,” tegas Raja Bayu.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas hasil sensus. Semakin terbuka informasi yang diberikan, maka semakin baik pula perencanaan program pembangunan yang dapat dirancang oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi menuturkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dibagi dalam dua sesi. Tahapan ini disusun untuk memastikan seluruh sektor usaha dapat terdata secara optimal.

Ia menjelaskan, sesi pertama akan dilaksanakan pada Mei 2026 dengan fokus pendataan kawasan industri. Pada tahap ini, petugas akan mengidentifikasi dan mencatat aktivitas usaha yang berada di sentra-sentra industri. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#BPS Anambas #Sensus Ekonomi 2026