Batampos - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Anambas menetapkan sebanyak 101 titik lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah. Lokasi tersebut tersebar di 10 kecamatan yang ada di wilayah itu.
Dari jumlah tersebut, dua titik berada di lapangan terbuka, sementara 99 lainnya dilaksanakan di rumah ibadah seperti masjid dan surau.
Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Anambas, Ikhwan, mengatakan dua lapangan yang digunakan yakni berada di Desa Ladan dan Desa Kuala Maras.
“Kalau lapangan bola lokasinya di Desa Ladan dan Desa Kuala Maras. Sisanya masjid dan surau,” ujar Ikhwan, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, penetapan titik-titik tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan mudah tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Selain itu, Kemenag juga berupaya memastikan kesiapan lokasi agar pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan lancar dan tertib.
Ikhwan menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi tempat ibadah agar masyarakat bisa menjalankan Sholat Ied dengan nyaman dan khusyuk.
“Kami dari Kemenag berupaya memfasilitasi dan memastikan seluruh lokasi sholat Idul Fitri siap digunakan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Terkait penunjukan khatib, Ikhwan menyebut pihaknya memberikan kewenangan penuh kepada pengurus masjid dan surau di masing-masing wilayah.
Namun, terdapat pengecualian untuk Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa yang merupakan milik pemerintah daerah.
“Khusus Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, khatibnya ditunjuk langsung oleh pemerintah karena statusnya sebagai masjid pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ikhwan mengingatkan para khatib agar menyampaikan khutbah yang menyejukkan dan tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ia menekankan agar materi khutbah difokuskan pada nilai-nilai keagamaan, seperti meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat persatuan umat.
“Kami mengimbau para khatib agar menyampaikan khutbah yang adem, menyejukkan, dan tidak membawa isu politik maupun SARA yang bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” kata dia.
Menurutnya, momen Idul Fitri seharusnya menjadi ajang mempererat kebersamaan dan saling memaafkan, bukan sebaliknya menimbulkan perbedaan yang dapat memicu konflik.
Ia berharap seluruh rangkaian pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Kepulauan Anambas dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh khidmat. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak