Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

52 Pelajar di Anambas Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu MBG, Korban Terus Bertambah di RSUD Palmatak

Ihsan Imaduddin • Rabu, 15 April 2026 | 19:20 WIB
DUA dari Puluhan pelajar saat dibawa ke RSUD Palmatak untuk mendapat perawatan setelah mengalami mual dan pusing usai konsumsi MBG di Anambas, Rabu (15/4/2026). F Gina untuk Batam Pos
DUA dari Puluhan pelajar saat dibawa ke RSUD Palmatak untuk mendapat perawatan setelah mengalami mual dan pusing usai konsumsi MBG di Anambas, Rabu (15/4/2026). F Gina untuk Batam Pos

Batampos - Sebanyak 52 pelajar di Anambas mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Rabu (15/4/2026). 

Para pelajar yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah para siswa menyantap makanan yang dibagikan di sekolah masing-masing sekitar pukul 10.00 WIB.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah pelajar mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing secara bersamaan. “Mereka menyantap MBG pada pukul 10 pagi, kemudian pukul 13.00 WIB pada muntah-muntah,” ujar salah satu warga, Gina.

Gina menjelaskan, kasus pertama kali terdeteksi di SMP Negeri 1 Air Nangak, Desa Teluk Sunting, sebelum kemudian dilaporkan juga terjadi di sekolah lainnya.

“Keponakan saya yang sekolah di SMP Negeri 1 mengeluh pusing dan mual waktu itu. Tak lama kemudian dari sekolah lain juga dilaporkan keracunan,” jelas Gina.

Para pelajar yang mengalami gejala langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Di Bawah Mentan Amran, Petani Optimistis Pertahankan Swasembada Beras 

Direktur RSUD Palmatak, Iswirawijaya, sebelumnya mengatakan  pihaknya telah menangani sekitar 40 orang pelajar dengan gejala serupa. “Saya belum bisa pastikan karena MBG, karena masih menunggu hasil laboratorium. Ini korban masih terus bertambah,” kata Iswirawijaya.

Ia menambahkan, selain di RSUD Palmatak, sejumlah korban juga dirawat di Puskesmas Siantan Tengah dan Puskesmas Palmatak karena keterbatasan ruang perawatan.

“Untuk korban di tempat kami, kita tangani dengan memberikan infus dan obat-obatan. Kalau di Puskesmas, kita juga berkoordinasi,” ucapnya.

Wira juga mengungkapkan, korban tidak hanya pelajar melainkan terdapat sejumlah orang tua.

"Ada orang tua yang keracunan juga karena makan punya anaknya. Kan ada siswa yang dapat MBG disekolah ga makan, dibawa pulang. Nah pas dirumah, dimakan sama orang tuanya," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala SPPG Air Asuk, Jaya, menyebutkan menu makanan yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari tumis sawi, wortel, buncis, telur sambal kecap, tempe goreng, nasi putih, serta buah kelengkeng.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Waduk Sei Jago yang Sempat Kering Kembali Terisi Air 57Cm

“Saya lagi urus pasien, menu makanan yang disediakan ya itu,” ujar Jaya singkat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Anambas langsung menurunkan tim melakukan penyelidikan.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengumpulan sampel makanan, memeriksa dapur penyedia MBG, serta meminta keterangan dari pihak sekolah dan pengelola SPPG.

Selain itu, polisi juga mendata jumlah korban serta menelusuri distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang terdampak. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.

Korban terus bertambah menjadi 52 orang. Demikian update hingga pukul 18.30 WIB. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Pelajar Anambas Keracunan MBG #Mbg #keracunan mbg