Batampos – Tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) turun langsung mengkaji bunga Rafflesia di Bukit Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Penelitian ini tidak hanya bertujuan memastikan jenis bunga langka tersebut, tetapi juga mengkaji potensi pengembangan kawasan sebagai objek wisata yang edukasi berbasis konservasi.
Ketua Tim Peneliti IPB, Andy Afandy, mengatakan konsep pengelolaan kawasan masih dalam tahap pengkajian. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan wisata edukatif berupa etalase bunga Rafflesia di habitat aslinya.
Baca Juga: DPR RI Tinjau Gudang Bulog Batam, Stok Beras Aman Hingga 3 Bulan
“Kegiatan di lokasi bunga Rafflesia adalah show atau etalase bunga Rafflesia dan habitatnya, tetapi harus dikaji dulu area mana yang bisa dibuka untuk atraksi,” kata Andy, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, pengembangan wisata harus memperhatikan aspek kelestarian. Penentuan area yang dapat diakses pengunjung tidak bisa dilakukan sembarangan karena berkaitan dengan keberlangsungan hidup Rafflesia.
Menurutnya, kajian daya dukung menjadi faktor utama dalam pengelolaan kawasan. “Pada saat bersamaan di satu lokasi harus dihitung berapa banyak pengunjung yang bisa datang, itu terkait daya dukung,” ujarnya.
Selain itu, tim juga meneliti morfologi, karakteristik habitat, serta pola sebaran bunga di kawasan Bukit Batu Tabir guna mendukung pengelolaan berbasis konservasi. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak