Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ups!!! BGN Persilakan Penerima MBG di Anambas Mengundurkan Diri, Banyak Dikeluhkan Tak Sesuai Selera

Ihsan Imaduddin • Senin, 27 April 2026 | 16:20 WIB
KETUA Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad beserta tim meninjau Dapur MBG Anambas Inn, Tarempa Barat. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
KETUA Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad beserta tim meninjau Dapur MBG Anambas Inn, Tarempa Barat. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan selama satu tahun di Kabupaten Kepulauan Anambas. Program ini menyasar pelajar, balita, hingga ibu hamil sebagai penerima manfaat utama.

Selama pelaksanaannya, terdapat tiga dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Ketiganya yakni SPPG Air Asuk, SPPG Anambas Inn, dan SPPG Piabung.

Ketua Tim Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN), Arie Karimah Muhammad, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG di Anambas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu yang paling menonjol adalah banyaknya keluhan dari penerima manfaat.

Baca Juga: 6 Calon Haji Kepri Tunda Berangkat, Mayoritas Terkendala Kesehatan

Ia menyebutkan, keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan rasa makanan yang dianggap kurang enak. Selain itu, variasi menu juga dinilai masih terbatas.

“Banyak di komplain MBG nya tidak enak, terus tidak variatif,” kata Arie Karimah Muhammad, Minggu (26/4/2026).

Menurut Arie, keluhan tersebut perlu disikapi dengan bijak. Ia menilai, program MBG sejatinya ditujukan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia juga merujuk pada pernyataan Presiden yang menegaskan bahwa MBG tidak dibagikan kepada semua kalangan. Program ini, kata dia, memiliki sasaran prioritas.

“Jadi kalau terlalu banyak komplain, mereka ada lah pilih-pilih makanan, kebanyakan berada dikalangan menengah ke atas,” ujarnya.

Arie menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa masyarakat untuk tetap menjadi penerima manfaat jika merasa tidak cocok dengan makanan yang disediakan. Bahkan, ia membuka opsi bagi mereka untuk mengundurkan diri.

“Jadi kami sudah menawarkan kalau anda merasa MBG ini tidak enak, tidak sesuai selera. Silahkan mengundurkan diri dari penerima manfaat,” tegas Arie.

Ia mengatakan, kuota yang ditinggalkan nantinya akan dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan. Langkah ini dilakukan agar program tepat sasaran.

“Kami akan membagikan kepada mereka yang membutuhkan. Kami ingin mengurangi beban mereka,” lanjutnya.

Arie juga memberikan perumpamaan untuk menggambarkan tantangan dalam penyediaan makanan dalam jumlah besar. Menurutnya, tidak mudah memenuhi selera semua penerima.

“Kalau saya anaknya satu, adek makan apa, saya masakin. Kalau anak sepuluh, tak mungkin saya tanya satu per satu, tak ada waktu dan tenaga,” jelasnya.

Baca Juga: Teknologi & Seni Bersatu, NASA Ciptakan Font dari Gambar Bumi

Ia menyebut kondisi serupa juga dialami oleh dapur SPPG yang harus melayani ribuan penerima setiap hari. Keterbatasan waktu dan tenaga menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu, evaluasi terus dilakukan, termasuk dengan melihat sisa makanan setiap harinya. Hal ini menjadi indikator apakah makanan diterima dengan baik atau tidak.

“Untuk hindari mubazir, dalam sehari dilihat berapa sisa makanannya. Kalau makin banyak berarti banyak yang ga suka dan pilih pilih,” ungkapnya.

Dari evaluasi tersebut, pihaknya juga dapat menilai apakah program sudah tepat sasaran. Jika banyak makanan terbuang, ada kemungkinan penerima bukan dari kelompok prioritas.

Pemerintah berharap program MBG ke depan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Perbaikan akan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#MBG Anambas #Kesombongan BGN #Mbg