Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hujan Turun Setelah Dua Pekan Kemarau, Warga Anambas Tampung Air

Ihsan Imaduddin • Senin, 4 Mei 2026 | 20:00 WIB
PENGENDARA sepeda motor sedang menerobos terjangan air hujan yang jumlahnya tak terhingga di Desa Ladan, Palmatak. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
PENGENDARA sepeda motor sedang menerobos terjangan air hujan yang jumlahnya tak terhingga di Desa Ladan, Palmatak. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Hujan deras akhirnya mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (4/5/2026) setelah sekitar dua pekan dilanda kemarau yang panas terik.

Guyuran hujan terjadi hampir merata sejak pagi hingga siang hari, meliputi wilayah Jemaja, Palmatak hingga Siantan yang merupakan pusat pemerintahan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, intensitas hujan tergolong sedang hingga lebat, disertai angin ringan yang membuat suhu udara terasa lebih sejuk dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Langit yang sebelumnya cerah dan menyengat berubah menjadi mendung tebal, dengan awan gelap menyelimuti sebagian besar wilayah Kepulauan Anambas.

Baca Juga: Tiba di Mekkah, Jemaah Haji asal Bintan Sudah Lakukan Umrah Wajib

Perubahan cuaca ini langsung dirasakan masyarakat, terutama mereka yang selama ini beraktivitas di luar ruangan di tengah teriknya matahari.

Sejumlah warga tampak memanfaatkan momen hujan untuk beristirahat dari aktivitas luar, sementara sebagian lainnya justru sibuk menyiapkan wadah penampungan air.

Turunnya hujan disambut baik oleh masyarakat karena dinilai mampu mengurangi suhu panas yang telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu terakhir.

“Alhamdulillah hujan turun, cuaca bisa berganti, segar sedikitlah dibandingkan dua minggu ini,” kata salah satu warga, Herfian.

Selain membuat udara lebih sejuk, hujan juga membawa manfaat lain bagi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Baca Juga: Pohon Jati Emas di Jalur Bandara Batam Dirusak Orang Tak Dikenal

Sejak beberapa bulan terakhir, sebagian wilayah Anambas mengalami penurunan debit air akibat kemarau yang cukup panjang.

Kondisi tersebut membuat warga harus berhemat dalam penggunaan air, bahkan tidak sedikit yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Karena itu, hujan dimanfaatkan warga untuk menampung air menggunakan berbagai wadah seperti drum, ember, hingga bak penampungan. “Kita tampung air, soalnya lagi susah,” ujar Herfian.

Sementara itu, warga lainnya, Dini Boru Siregar mengungkapkan bahwa hujan yang turun turut berdampak pada kondisi sumur miliknya.

Menurutnya, setelah hujan mengguyur cukup lama, permukaan air di sumurnya mulai mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Saya was-was karena tak ada hujan, takut air sumur habis. Tapi alhamdulillah hujan,” kata Dini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Anambas dalam sepekan ke depan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga malam hari, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Musim Kemarau Anambas #hujan