batampos — Rendahnya minat baca masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini terutama terlihat pada anak-anak yang dinilai lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusida) Kepulauan Anambas berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK guna memperluas gerakan literasi hingga ke desa-desa dan pulau terluar.
Baca Juga: Hati-Hati! Nelayan Perbatasan Bisa Dijebak Bawa Narkoba dari Laut, Ini Pesan Kapolda Kepri
Perkuat Literasi Hingga Tingkat Desa
Kepala Dispusida Kepulauan Anambas, Rusmanda, mengatakan keterbatasan geografis masih menjadi hambatan utama dalam pemerataan akses bahan bacaan dan layanan informasi di wilayah kepulauan.
“Sebagai wilayah kepulauan, tantangan akses informasi dan bahan bacaan masih menjadi perhatian bersama, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor agar layanan literasi dapat menjangkau masyarakat hingga desa dan pulau terluar,” ujarnya, Jumat (15/5).
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
PKK Jadi Motor Penggerak di Tingkat Keluarga
Rusmanda menilai peran PKK sangat strategis karena memiliki jaringan hingga tingkat Dasa Wisma yang langsung bersentuhan dengan keluarga dan anak-anak.
Melalui kerja sama ini, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses layanan perpustakaan, bahan bacaan, hingga literasi digital yang telah disediakan pemerintah daerah.
Baca Juga: Batam Rawat Warisan Budaya Lewat Jelang Kenduri Seni Melayu 2026
PKK Soroti Pengaruh Gadget pada Anak
Ketua TP PKK Kepulauan Anambas, Sinta, menyampaikan pihaknya siap membantu menyosialisasikan program literasi hingga ke tingkat desa melalui jaringan PKK.
Ia menyoroti menurunnya minat baca anak-anak akibat penggunaan gawai yang tidak terkontrol.
“Sekarang banyak anak-anak lebih asyik bermain gadget dibanding membaca buku. Ini menjadi perhatian bersama karena budaya membaca harus ditanamkan sejak dini,” ujar Sinta.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada perkembangan pola pikir dan kemampuan belajar anak di masa depan jika tidak diarahkan dengan baik.
Dorong Generasi Melek Literasi
Melalui kolaborasi Dispusida dan PKK, pemerintah daerah berharap budaya membaca di Anambas dapat tumbuh lebih kuat, termasuk di wilayah terpencil.
Gerakan literasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih cerdas, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi. (*)
Editor : Putut Ariyo