batampos – Penjualan hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Kepulauan Anambas pada momentum Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dikeluhkan para peternak karena permintaan dari masyarakat maupun lembaga dinilai tidak seramai biasanya.
Meski demikian, stok sapi untuk kebutuhan kurban di wilayah tersebut masih tergolong mencukupi. Berdasarkan data Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas), ketersediaan sapi mencapai sekitar 200 ekor.
Salah satu peternak di kawasan Tanjung Momong, Desa Tarempa Selatan, Edi, mengatakan penjualan sapi kurban tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Hingga akhir Mei 2026, sapi yang terjual baru mencapai 19 ekor.
“ Tahun ini menurun sekali, sudah tiga tahun lah sepi pembeli. Dibandingkan zaman Covid-19 masih bisa tembus 47 ekor,” kata Edi saat ditemui, Senin (25/5).
Baca juga: Louis Vuitton Cruise 2027 Tawarkan Gaya Mewah Bernuansa Streetwear dan Seni Ikonik
Menurut Edi, pada tahun-tahun sebelumnya permintaan sapi kurban dari masjid maupun instansi pemerintah masih cukup tinggi. Namun tahun ini, jumlah pesanan dari pelanggan tetap ikut berkurang.
Ia menyebut salah satu masjid yang biasanya membeli belasan ekor sapi kini hanya memesan enam ekor. Begitu pula masjid lain yang sebelumnya membeli delapan ekor, kini hanya memesan dua ekor.
“Masjid Jami’ Nurul Ihsan biasanya belasan ekor, sekarang baru pesan enam ekor saja,” ujarnya.
Edi menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor utama penurunan pembelian hewan kurban. Selain itu, beberapa instansi yang biasanya ikut berpartisipasi juga belum melakukan pemesanan dalam jumlah besar.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, sapi yang dijual Edi tidak hanya berasal dari Tarempa, tetapi juga didatangkan dari Jemaja dan Midai. Namun, pengiriman dari Midai kini terkendala proses administrasi yang lebih lama.
“Sekarang tidak sempat lagi kirim dari Midai karena urus administrasinya bisa sampai 15 hari. Jadi saya ambil dari Jemaja,” jelasnya.
Meski demikian, harga sapi kurban di Anambas masih relatif stabil. Edi menjual sapi dengan harga berkisar Rp19 juta hingga Rp22,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot hewan.
Ia menambahkan, harga tersebut sudah termasuk biaya pengantaran ke lokasi pembeli sehingga masyarakat tidak perlu menanggung ongkos distribusi tambahan.
“Itu sudah termasuk antar ke lokasi, saya yang tanggung. Pembeli terima bersih,” pungkasnya. (*)
Editor : Putut Ariyo