batampos – Seorang anak buah kapal (ABK) berinisial AS alias Angkut diamankan aparat di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Sabtu (30/5) malam. Pria asal Sumatra Utara itu diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap seorang perempuan.
Penangkapan dilakukan setelah warga melaporkan dugaan aksi pelaku yang mengintip seorang gadis saat sedang mandi. Selain itu, pelaku juga diduga mengambil pakaian dalam milik korban yang berada di sekitar lokasi.
Wakil Penanggung Jawab Tim Napoleon Presisi, Iptu Raja Vindho, mengatakan pelaku diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat.
Baca Juga: Camat Jemaja dan Siantan Utara Sampaikan Aspirasi RUU Daerah Kepulauan ke Ismeth Abdullah
“Yang bersangkutan juga diduga mengambil celana dalam milik korban. Aksinya diketahui warga dan langsung diamankan,” ujar Vindho.
Setelah diamankan, pelaku sempat dibawa ke Pos Pelabuhan Perikanan Antang di Desa Tarempa Timur. Kabar penangkapan itu kemudian menyebar dan memicu perhatian masyarakat sekitar.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut mendatangi lokasi. Situasi sempat memanas karena emosi warga memuncak atas dugaan perbuatan yang dilakukan pelaku.
Dalam kerumunan itu, pelaku disebut sempat mendapat pukulan dari beberapa warga. Petugas bersama Tim Napoleon Presisi kemudian berupaya menenangkan massa agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak kepolisian. Selanjutnya pelaku kami bawa ke Polsek Siantan,” kata Vindho.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh informasi bahwa dugaan aksi serupa kemungkinan telah terjadi lebih dari satu kali. Pelaku disebut-sebut pernah terlihat di sekitar rumah korban pada malam sebelumnya.
Bahkan, menurut informasi yang diterima polisi, pada Jumat (29/5) malam pelaku diduga kembali mendatangi lokasi dan sempat diketahui warga sebelum melarikan diri.
“Malam sebelumnya yang bersangkutan juga diduga terlihat di sekitar rumah korban. Saat itu warga hanya menemukan pakaian dan sandal yang ditinggalkan,” ujarnya.
Saat ini polisi masih mendalami keterangan korban, saksi, serta terduga pelaku untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang mengalami peristiwa serupa.
Sementara itu, nakhoda kapal, Guntur, mengaku terkejut mengetahui salah satu ABK yang baru bergabung di kapalnya tersangkut persoalan hukum.
Baca Juga: 24 WNA Digerebek di Batam, Polisi Masih Telusuri Aliran Duit Judi Online
Menurut dia, pelaku belum lama bekerja di kapal tersebut sehingga dirinya belum mengenal karakter yang bersangkutan secara mendalam.
“Kalau saya tahu perilakunya seperti itu, tentu tidak akan saya bawa bekerja di kapal,” katanya.
Guntur juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Tarempa Timur atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan dugaan perbuatan tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak berkaitan dengan kru maupun operasional kapal.
Hingga kini, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Siantan. Polisi terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (*)
Editor : M Tahang