Batampos - Sebanyak 30 personel dari Satuan Bravo 90 TNI Angkatan Udara (AU) mengadakan latihan bersama 353rd Special Operatons Wing dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Medan. Latihan bilateral ini telah berlangsung sejak 9 Juni 2025 lalu, dan akan berakhir Jumat (20/6/2025) mendatang.
Latihan bersama ini sebagai bagian dari Joint Combined Exchange Training (JCET) Teak Iron di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara.
Upacara pembukaan digelar di Aula Batalyon Komando 469 dan dihadiri oleh Kristy Mordhorst, Plt. Pejabat Utama Konsulat Amerika Serikat di Medan.
Baca Juga: Bawa Kabur Bayi Lima Bulan ke Aceh, Pasangan Suami Isteri Ditangkap di Kampung Kule
Latihan bilateral tahunan ini mempertemukan satuan dari 353rd Special Operations Wing militer Amerika Serikat dan sekitar 30 personel dari Satbravo 90, satuan Quick Reaction Force di bawah Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. Dimana, latihan ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas, membangun kapasitas bersama, dan memperkuat kemitraan militer yang telah terjalin lama antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Latihan JCET Teak Iron 2025 fokus pada:
- Pengintaian khusus (special reconnaissance)
- Keterampilan menembak tingkat lanjut (advanced marksmanship)
- Penembakan jarak jauh
- Pelatihan penanganan korban massal
" Ini merupakan kesempatan luar biasa. Bukan hanya untuk berlatih bersama dan memperkuat keterampilan taktis, tetapi juga untuk saling belajar, tumbuh bersama, dan memperdalam persahabatan antara kedua negara kita," ujar Komandan misi dari pihak Amerika Serikat.
Dia menambahkan, ini menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan, saling menghormati, dan menjalin kemitraan yang berkelanjutan antara militer Indonesia dan AS.
Sementara itu, Kolonel Rully Arifian, Komandan Satbravo 90 Kopasgat, menyampaikan, kerjasama dan latihan ini mencerminkan komitmen dua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan dan interoperabilitas.
Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Warganya Dilarang Masuk Amerika Serikat
" Latihan JCET Teak Iron 2025 memiliki nilai strategis yang signifikan dan menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta doktrin terkini dalam operasi khusus, sehingga memperkaya profesionalisme personel kedua negara," ujar Rully.
Latihan JCET Teak Iron 2025 menegaskan eratnya hubungan pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia, serta mencerminkan komitmen bersama terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan sejahtera. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak