Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sindiran Donasi Bencana Masih Disorot, LAM Kepri Sebut Endipat Harus Minta Maaf ke Publik

Mohamad Ismail • Jumat, 12 Desember 2025 | 09:30 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya.
Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya.

batampos - Pernyataan Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kepri, Endipat Wijaya yang menyindir aksi pengumpulan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera masih disorot oleh publik.

Pasalnya, Endipat memang belum melakukan permintaan maaf secara resmi ke publik. Walaupun ia dikabarkan sudah meminta maaf kepada Ferry Irwandi, sebagi pihak yang ia singgung.

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri meminta kepada Endipat agar menyampaikan permintaan maaf kepada publik, terutama kepada relawan yang selama ini membantu korban bencana Sumatera dengan mencari donasi.

"Kita tidak kenal juga, karena bukan orang sini, tahu tahu mewakili Kepri. (Permintaan maaf) Ya itu urusan dia, harusnya minta maaf," kata Kepala Bidang Hukum LAM Kepri, Maskur Tilawahyu kepada Batam Pos, Kamis (11/12).

Dengan adanya kejadian tersebut, LAM Kepri meminta kepada Gerindra untuk mengevaluasi Endipat Wijaya. Terlebih, nama Provinsi Kepri telah tercoreng dengan tindakan wakil rakyat tersebut.

Menurutnya, masyarakat Kepri dikenal menjunjung tinggi adab, bahkan kepada tokoh yang tidak mereka kenal sekalipun. "Sikapnya tidak mencerminkan adab dan adat orang Melayu Kepri," ungkapnya.

Bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera, kata dia mengingatkan pada peristiwa tsunami Aceh. Tahun 2004 tersebut, masyarakat Kepri ikut turun ke jalan untuk membantu korban bencana.

"Solidaritas yang beradab tersebut sudah lama dibangun. Masyarakat Kepri tidak akan tinggal diam jika saudara-saudara kita tertimpa musibah," tegasnya.

Pernyataannya terkait donasi para relawan untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sempat memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak warganet menilai sikap Endipat meremehkan kerja-kerja solidaritas masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan.

Endipat, yang diketahui berasal dari Bengkulu dan terpilih dari Dapil Kepri, dikecam karena dalam sebuah video yang beredar ia menyebut donasi para relawan dan penggalangan dana publik seolah tidak signifikan serta cenderung bernuansa pencitraan. Kritik tersebut sontak menimbulkan kemarahan publik yang menilai ia gagal menunjukkan empati pada para korban bencana. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#Endipat Wijaya #publik #LAM Kepri