batampos – Sebanyak 13 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kota Batam telah rampung dibangun. Namun hingga kini, seluruh dapur tersebut masih menunggu proses administrasi sebelum resmi beroperasi.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, mengatakan secara fisik pembangunan 13 dapur telah selesai dan bahkan sudah dilakukan penilaian oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
“Secara pembangunan sudah selesai dan sudah dinilai Kementerian Keuangan. Saat ini tinggal menunggu proses administrasi di Badan Gizi Nasional sebelum bisa beroperasi,” ujarnya, Selasa (3/3).
Defri menjelaskan, secara nasional dapur MBG di wilayah 3T memang belum ada yang mulai beroperasi. Batam pun masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Belum ada yang operasional secara nasional untuk 3T. Kita harapkan setelah Lebaran sudah ada yang mulai berjalan,” katanya.
Adapun 13 dapur yang telah rampung tersebut tersebar di sejumlah pulau, masing-masing satu dapur per lokasi. Di antaranya Kelurahan Setokok dengan 258 penerima manfaat, Pulau Terong (680 penerima manfaat), Sembulang (815), Pulau Pemping (163), Pulau Selat Nenek (266), Pulau Abang (342), Pulau Sembur (261), Pulau Panjang (84), Pulau Geranting (145), Pulau Jaloh (185), Pulau Air (555), Pulau Air Raja (635), dan Pulau Ngenang (322). Total penerima manfaat dari 13 dapur tersebut mencapai 4.711 orang.
Sementara itu, dari total 35 dapur MBG yang direncanakan di Batam, masih terdapat 22 titik yang dalam tahap pembangunan. Beberapa di antaranya berada di Kelurahan Tanjung Kertang, Sembulang, Monggak, serta Pulau Pecong.
Secara keseluruhan, dapur MBG wilayah 3T di Batam tersebar di lima kecamatan, yakni Bulang, Belakangpadang, Sekupang, Nongsa, dan Galang.
Defri berharap proses administrasi segera rampung agar distribusi makanan bergizi bagi masyarakat di wilayah kepulauan Batam bisa direalisasikan, terutama bagi ribuan penerima manfaat yang telah terdata. (*)
Editor : Jamil Qasim