Amsakar Minta Aktivitas di Sekitar Waduk Dihentikan Imbas Karhutla Meluas

Muhammad Syaban • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 06:00 WIB
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. M. Sya
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. M. Sya'ban/Batam Pos

 

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian marak di sejumlah wilayah Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Batam meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor di tengah cuaca panas ekstrem.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, mulai dari Polda Kepulauan Riau hingga Polresta Barelang, guna memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.

“Beberapa titik kebakaran terpantau di wilayah Galang, Nongsa, Sekupang hingga kawasan sekitar Pulau Manis. Cuaca panas dan lahan yang mengering membuat vegetasi mudah terbakar,” ujar Amsakar, Selasa (31/3).

Menurutnya, rumput dan semak yang menguning akibat kemarau menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan terus digencarkan, baik melalui langkah teknis maupun nonteknis.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan. Diharapkan, hujan dapat membantu memadamkan titik api sekaligus mengatasi krisis air bersih yang mulai dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa mengurai dua persoalan sekaligus, yakni karhutla dan ketersediaan air bersih,” katanya.

Di sisi lain, Pemko Batam mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi, terutama di sekitar daerah tangkapan air (DTA) dan waduk.

“Aktivitas proyek, pembukaan lahan, maupun pengambilan air yang tidak terkontrol di sekitar waduk sebaiknya dihentikan sementara. Ini penting untuk menjaga daya tampung air,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap kawasan waduk dan daerah resapan air telah dioptimalkan. Namun, peran masyarakat tetap menjadi kunci dalam mencegah meluasnya karhutla.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika terjadi kebakaran, segera lakukan pemadaman,” ujarnya.

Pemko Batam juga berkoordinasi dengan PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu guna memastikan pasokan air tetap terjaga di tengah penurunan debit waduk akibat kemarau.

Amsakar menegaskan, berbagai langkah akan terus dilakukan demi menjaga lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.

“Kita lakukan semua ikhtiar, baik teknis maupun spiritual, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
amsakar achmad karhutla