Isi BBM di Jam Sibuk Dikeluhkan, Dishub Batam Siapkan Skema Baru untuk Bus Trans Batam

Muhammad Syahban • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 06:01 WIB
Bus Trans Batam menunggu jadwal berangkat di halte depan kawasan TPI, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (26/1) lalu. Tahun depan, Dishub akan kembali membangun sejumlah halte baru. F. Dokumen Batam Pos
Bus Trans Batam menunggu jadwal berangkat di halte depan kawasan TPI, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (26/1) lalu. Tahun depan, Dishub akan kembali membangun sejumlah halte baru. F. Dokumen Batam Pos

batampos – Keluhan masyarakat terkait bus Trans Batam yang masih melakukan pengisian bahan bakar di jam sibuk pagi menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Salah seorang penumpang, Yana Julio, yang rutin menggunakan rute Batam Center–Tanjung Piayu, mengaku kerap mengalami keterlambatan karena bus harus mengantre pengisian solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat jam berangkat kerja.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, terutama pada jadwal pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Bahkan, bus sering harus mengantre bersama kendaraan besar lain dengan waktu tunggu mencapai 30 hingga 40 menit.

“Sering telat sampai tempat kerja karena bus harus isi solar dulu. Antreannya panjang, apalagi pagi hari,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan skema baru agar pengisian bahan bakar tidak lagi mengganggu pelayanan di jam sibuk.

Ia menjelaskan, selama ini pengisian BBM masih menyesuaikan kuota harian di SPBU. Namun ke depan, pengisian akan diatur setelah armada menurunkan penumpang di titik akhir perjalanan.

“Isi BBM dilakukan setelah penumpang turun di halte tujuan akhir, baru kemudian bus kembali beroperasi,” jelas Bambang, Kamis (17/4).

Menurutnya, pengisian di luar jam operasional belum sepenuhnya bisa diterapkan karena keterbatasan lokasi pool armada yang jauh dari SPBU penyedia solar.

Sebagai solusi, Dishub akan mengatur pengisian dilakukan saat kondisi penumpang lebih sepi, seperti setelah pukul 09.00 WIB atau di sela waktu tunggu keberangkatan berikutnya.

Sebagai contoh, untuk rute Batuaji–Batam Center, bus akan mengisi BBM setelah seluruh penumpang turun di halte akhir Batam Center, sebelum kembali melayani rute berikutnya.

“Isinya tetap di jam operasional, tapi tidak lagi membawa penumpang ke SPBU,” ujarnya.

Bambang mengakui, saat ini masih ada armada yang terpaksa mengisi BBM saat membawa penumpang, terutama di kawasan Batam Center. Hal ini dipicu keterbatasan SPBU terdekat serta ketersediaan stok solar.

“Sering juga stok solar di SPBU Ocarina habis, jadi cukup sulit menentukan titik pengisian yang ideal,” katanya.

Meski demikian, Dishub memastikan evaluasi terus dilakukan agar pengisian BBM dapat berlangsung lebih efisien tanpa mengganggu kenyamanan penumpang.

“Pengisian akan kami jadwalkan di waktu yang lebih longgar, saat antrean tidak panjang,” tambahnya.

Dishub berharap penataan ini dapat segera diterapkan secara bertahap sehingga layanan Trans Batam menjadi lebih tepat waktu, nyaman, dan tetap menjadi pilihan utama transportasi masyarakat.

“Kami targetkan dalam waktu dekat pola baru ini bisa berjalan sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat di jam sibuk pagi,” tutup Bambang. (*)

Editor : Jamil Qasim
Isi BBM dishub Bus Trans Batam