batampos – Gangguan suplai air bersih yang dialami warga Kavling Bukit Layang, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, mendapat respons dari PT Air Batam Hilir (ABHi). Perusahaan menyebut wilayah tersebut kini menjadi prioritas penanganan.
Keluhan warga mencuat setelah aliran air tidak lancar selama sekitar dua bulan. Bahkan, air hanya mengalir dengan debit kecil pada malam hari.
CorComm ABHi, Ginda Alamsyah, menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan kawasan tersebut termasuk area bertekanan rendah, sehingga distribusi air tidak optimal.
Baca Juga: Dishub Batam Tegas soal Jukir Greenland: Trotoar Bukan Tempat Parkir
“Wilayah ini menjadi prioritas kami. Kami terus mengupayakan percepatan agar suplai air kembali normal,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ABHi melakukan sejumlah langkah, mulai dari evaluasi jaringan distribusi, peningkatan suplai air, hingga pemantauan tekanan dan kontinuitas aliran secara berkala.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan BP Batam melalui Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) guna mempercepat penanganan.
Sebagai solusi sementara, ABHi menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Distribusi dilakukan hingga empat unit per hari dengan kapasitas sekitar 4 ton per unit.
Baca Juga: Rupiah Melemah terhadap Dolar Singapura, Money Changer Batam Belum Panen Transaksi
Meski demikian, bantuan tersebut bersifat darurat. Warga diimbau memanfaatkan air secara bijak untuk kebutuhan dasar.
ABHi menegaskan akan terus memperkuat upaya perbaikan agar distribusi air di Bukit Layang dapat kembali normal dan berkelanjutan.
Gangguan ini sekaligus menjadi perhatian dalam upaya peningkatan layanan air bersih di Batam, terutama di wilayah dengan tekanan distribusi rendah. (*)
Editor : M Tahang