Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Inflasi Kepri April 2026 Naik ke 3,06 Persen, Batam Tertinggi

Mohamad Ismail • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:35 WIB
Aktivitas jual beli di pasar tradisional Batam masih berlangsung normal pasca kenaikan harga BBM. Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, hingga ikan terpantau stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan harga dibandingkan periode Lebaran lalu. f. rengga/ batampos
Aktivitas jual beli di pasar tradisional Batam masih berlangsung normal pasca kenaikan harga BBM. f. rengga/ batampos

batampos — Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren meningkat pada April 2026. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 3,06 persen, didorong oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Kepri mencapai 0,43 persen. Hal ini mencerminkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi wilayah, Kota Batam mencatatkan inflasi tertinggi di Kepri dengan angka 3,26 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,77. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 1,00 persen dengan IHK 108,93. Adapun Kota Tanjungpinang mencatat inflasi sebesar 3,25 persen dengan IHK 109,64.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan secara tahunan.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 11,67 persen,” ujarnya, Selasa (5/5).

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi sebesar 4,91 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 4,15 persen. Sektor makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang signifikan dengan inflasi sebesar 2,45 persen.

Kenaikan harga turut terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 2,46 persen, pakaian dan alas kaki 1,59 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen.

Lebih lanjut, Toto merinci bahwa kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi tahunan sebesar 1,59 persen, dengan indeks meningkat dari 106,22 pada April 2025 menjadi 107,91 pada April 2026.

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mencatat inflasi sebesar 1,55 persen, dengan indeks naik dari 102,04 pada April 2025 menjadi 103,62 pada April tahun ini.

Kenaikan inflasi ini menjadi sinyal perlunya penguatan pengendalian harga, terutama pada sektor-sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi daerah. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#inflasi Kepri #tanjungpinang #Inflasi Batam #bps kepri #karimun