Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kunjungan Wisman ke Batam Naik 14,52 Persen, Hunian Hotel Belum Maksimal

Rengga Yuliandra • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:04 WIB
ILUSTRASI turis berbelanja di Batam. PHRI menyebut tingkat hunian hotel masih cukup stabil di awal tahun. Foto: chatgpt
ILUSTRASI turis berbelanja di Batam. PHRI menyebut tingkat hunian hotel masih cukup stabil di awal tahun. Foto: chatgpt

 batampos  – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada Maret 2026 mencapai 114.837 kunjungan. Meski turun dibandingkan bulan sebelumnya, angka ini menunjukkan tren pertumbuhan positif secara tahunan.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menyebutkan jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 menurun 12,54 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 131.308 kunjungan. Namun secara year on year, kunjungan meningkat 14,52 persen dibanding Maret 2025.

“Secara bulanan memang ada penurunan, tetapi jika dibandingkan Maret tahun lalu, tren kunjungan wisman masih tumbuh positif,” ujarnya.

Kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura sebanyak 54.869 orang atau 47,78 persen dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan 25.412 kunjungan (22,13 persen).

Selanjutnya, wisatawan asal Tiongkok tercatat sebanyak 4.719 kunjungan (4,11 persen), India 3.769 kunjungan (3,28 persen), dan Filipina 1.637 kunjungan (1,43 persen).

Negara lainnya yang turut menyumbang kunjungan antara lain Myanmar (1.547), Korea Selatan (1.534), Jepang (1.082), Inggris (894), serta Amerika Serikat (914). Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyumbang 83,95 persen dari total kunjungan wisman.

Eko menjelaskan, dominasi wisatawan asal Singapura menegaskan posisi Batam sebagai destinasi utama wisata jarak dekat, terutama untuk belanja, kuliner, dan liburan singkat.

Kunjungan wisman tercatat melalui sejumlah pintu masuk internasional, seperti Pelabuhan Ferry Batam Centre, Nongsa Pura Ferry Terminal, HarbourBay Ferry Terminal, Pelabuhan Sekupang, serta Bandara Internasional Hang Nadim.

Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisman secara tahunan belum berdampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Maret 2026 berada di angka 46,46 persen, turun 1,72 poin dibanding Februari 2026 sebesar 48,17 persen.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang tercatat 1,72 malam, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 1,71 malam. Wisatawan asing rata-rata menginap lebih lama, yakni 1,91 malam, dibanding wisatawan domestik yang hanya 1,61 malam.

Menurut Eko, fluktuasi kunjungan wisman dan tingkat hunian hotel dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari musim liburan, kondisi ekonomi regional, konektivitas transportasi, hingga penyelenggaraan event di Batam.

Ia menilai, untuk meningkatkan okupansi hotel, Batam perlu memperbanyak event internasional serta menghadirkan daya tarik wisata baru agar wisatawan tidak hanya berkunjung singkat.

“Karakter wisman Batam, terutama dari Singapura dan Malaysia, masih didominasi kunjungan singkat. Tantangannya adalah meningkatkan lama tinggal agar dampaknya lebih besar bagi sektor perhotelan dan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyebut peningkatan kunjungan wisman tidak lepas dari strategi promosi pariwisata yang lebih masif, penyelenggaraan berbagai event, serta peningkatan kemudahan akses menuju Batam.

Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri pariwisata serta meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi.

“Perbaikan konektivitas transportasi dan penambahan agenda wisata berskala nasional maupun internasional diyakini akan semakin mendorong pertumbuhan kunjungan wisman ke Batam,” ujarnya. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#wisman Batam #tingkat hunian hotel #pariwisata batam #bps batam #Wisata Kepri