batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengubah strategi kampanye makan ikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Dinas Perikanan kini menggunakan metode dongeng interaktif hingga makan bersama untuk meningkatkan minat konsumsi ikan.
Langkah ini diambil karena anak-anak dinilai menjadi tantangan terbesar dalam program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pendekatan baru ini dipilih agar pesan gizi lebih mudah diterima.
Baca Juga: 5.312 Jemaah Haji Embarkasi Batam Telah Diberangkatkan, 14 Ditunda dan 1 Wafat di Madinah
“Selama ini sosialisasi banyak ke orang tua, tapi yang paling sulit justru anak-anak. Sekarang kita masuk langsung dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Sebanyak 211 siswa kelas III SDN 010 Batam mengikuti kegiatan Gemarikan yang dikemas berbeda. Dinas Perikanan menghadirkan pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia wilayah Kepri untuk menyampaikan edukasi melalui cerita interaktif.
Selain dongeng, kegiatan diisi kuis, bernyanyi, hingga makan bersama menu olahan ikan.
“Harapannya anak-anak pulang dan minta makan ikan ke orang tuanya,” kata Yudi.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP), Ute Rambe, menilai metode ini lebih efektif karena sesuai dengan karakter anak-anak yang mudah menyerap pesan melalui cerita.
Baca Juga: Pertalite Disedot Sindikat, “Surat Tembak” Jadi Senjata Andalan
Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan juga berdampak pada sektor perikanan lokal.
“Kalau konsumsi naik, nelayan juga ikut terbantu,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya mendorong konsumsi ikan dua hingga tiga kali per minggu.
Sebagai bagian dari edukasi, siswa juga membawa pulang abon ikan produksi UMKM lokal.
Program Gemarikan berbasis dongeng ini akan diperluas ke sembilan kecamatan di Batam, dengan fokus wilayah perkotaan yang tingkat konsumsi ikannya relatif lebih rendah dibanding hinterland. (*)
Editor : M Tahang