batampos – Aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) kembali meresahkan pengendara yang melintas di ruas Jalan Sei Temiang–Marina, Sekupang, Batam. Peristiwa ini disebut kerap terjadi pada malam hingga dini hari, terutama di kawasan jalan yang minim penerangan.
Sejumlah warga menduga aksi tersebut dilakukan secara berkelompok dan menyasar kendaraan yang melintas di jalur sepi.
Seorang pengendara mobil dilaporkan menjadi korban dalam insiden terbaru. Kendaraannya mengalami kerusakan cukup parah setelah dilempari batu.
Akibat kejadian itu:
- Kaca kendaraan pecah
- Bodi mobil ringsek
- Pengemudi mengalami kepanikan
“Dulu pernah terjadi, sekarang terulang lagi,” ujar Baim, warga Tiban.
Baim mengimbau para pengendara agar tetap waspada saat melintas di jalur tersebut, khususnya pada malam hari.
Ia menekankan korban pelemparan sebaiknya tidak keluar dari kendaraan demi menghindari kemungkinan aksi lanjutan seperti perampokan.
“Jangan pernah keluar dari mobil, karena bisa saja berujung perampokan. Lebih baik selamatkan diri, kerusakan kendaraan masih bisa diperbaiki,” katanya.
Menurut warga, kawasan Sei Temiang–Marina sejak lama dikenal rawan aksi kriminal jalanan, termasuk dugaan begal.
Masyarakat berharap aparat segera menambah pengamanan dan mendirikan pos penjagaan di titik rawan.
“Sudah seharusnya ada pos penjagaan. Dari dulu kawasan ini sering jadi lokasi aksi begal,” tambahnya.
Menanggapi keresahan warga, Kanit Reskrim Polsek Sekupang Ipda Riyanto mengatakan pihaknya akan mendalami informasi tersebut.
“Laporan resmi memang belum ada, namun informasi ini akan kami dalami dan tindak lanjuti,” tegasnya.
Sebelumnya, ruas Jalan Tanjung Riau menuju Marina hingga Batuaji juga sering dikeluhkan warga karena minim lampu penerangan.
Kondisi jalan yang gelap dinilai meningkatkan risiko kejahatan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Bahkan, seorang pengendara wanita disebut nyaris menjadi korban begal saat melintas waktu subuh dan sempat dikejar pelaku bersenjata tajam. (*)
Editor : Jamil Qasim