batampos – Dua nelayan asal Pulau Pecong, Kota Batam, berhasil ditemukan selamat setelah hanyut selama delapan hari di laut akibat kerusakan mesin pompong yang mereka gunakan saat melaut.
Kedua nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan Malaysia setelah terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan negara tetangga. Mereka kemudian diamankan sebelum dibawa ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru Malaysia untuk penanganan lebih lanjut.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Distrawandi, mengatakan insiden bermula saat kedua nelayan pergi memancing dari Pulau Pecong.
Namun di tengah perjalanan, mesin pompong mengalami kerusakan sehingga mereka kehilangan kendali dan hanyut terbawa arus laut.
“Alhamdulillah mereka ditemukan nelayan Malaysia dan diamankan. Kemudian dibawa ke KJRI Malaysia untuk proses lebih lanjut,” ujar Distrawandi.
Menurutnya, wilayah perbatasan memiliki risiko cukup tinggi bagi nelayan, terutama saat menghadapi cuaca buruk maupun gangguan teknis saat berada di tengah laut.
Ia menilai hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan nelayan yang mengalami musibah di wilayah perairan perbatasan.
“Kerja sama lintas negara seperti ini sangat penting untuk keselamatan nelayan kita,” katanya.
Setelah menjalani proses penanganan di Malaysia, kedua nelayan akhirnya dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi selamat. (*)
Editor : Putut Ariyotejo