batampos — Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Batam mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax atau RON 92 dalam dua hari terakhir.
Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Sagulung, Batuaji, Batam Center, Bengkong hingga kawasan Simpang K Square, Sabtu (9/5).
Kelangkaan Pertamax 92 memicu keluhan masyarakat karena beberapa SPBU hanya menyediakan Pertamax Turbo dengan harga yang lebih tinggi. Sejumlah pengendara mengaku terpaksa membeli BBM alternatif meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Baca Juga: Bapenda Batam Tertibkan Kendaraan Pelat Luar, Optimalkan PAD dari Pajak
“Kosong, Bang. Dari kemarin belum ada pengiriman. Yang tersedia hanya Pertamax Turbo,” kata Jamal, petugas SPBU di kawasan Batam Kota, Sabtu (9/5).
Situasi itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait penyebab tersendatnya distribusi Pertamax di sejumlah SPBU.
Pascal, warga Batam Kota, mengaku kesulitan mendapatkan Pertamax 92 sejak dua hari terakhir. Ia menyebut stok Pertamax 92 di SPBU Mediterania telah habis sejak beberapa hari lalu.
“Pertamax 92 di SPBU Mediterania sudah dua hari habis. Yang ada hanya Pertamax Turbo dengan harga jauh lebih mahal. Selisihnya bisa sekitar Rp7 ribu. Penyebabnya apa? Apakah hanya karena distribusi?” ujarnya.
Keluhan serupa juga muncul di sejumlah SPBU lain di Batam. Beberapa pengendara mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari Pertamax 92, namun stok tetap kosong.
Baca Juga: Puluhan Petugas dan Warga Binaan Lapas Batam Jalani Tes Urine
Kepala Cabang Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, membenarkan adanya keterlambatan distribusi Pertamax 92 ke sejumlah SPBU di Batam.
Menurut dia, gangguan pasokan dipicu kendala sandar kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Kabil.
“Hanya beberapa SPBU yang sempat terlambat pengirimannya. Hal ini karena sempat ada kendala sandar kapal di Pelabuhan Kabil terkait persoalan teknis dan regulasi,” kata Bagus.
Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM alternatif seperti Pertalite dan Pertamax Turbo tetap tersedia selama distribusi Pertamax 92 mengalami hambatan.
Bagus menambahkan, persoalan distribusi kini telah diselesaikan setelah mendapat dukungan dari BP Batam selaku pengelola pelabuhan. Pertamina memastikan penyaluran BBM kembali berjalan normal mulai hari ini.
“Alhamdulillah, kendala sudah diselesaikan atas dukungan BP Batam pada 8 Mei kemarin dan hari ini penyaluran sudah kembali normal,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang