Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Disdik Kepri Kekurangan 1.500 Guru, Batam Jadi Wilayah dengan Kebutuhan Tertinggi

Antara • Senin, 11 Mei 2026 | 15:35 WIB
Ilustrasi seorang guru SMA. F. Unsplash
Ilustrasi seorang guru SMA. F. Unsplash

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kebutuhan tenaga pendidik di wilayah tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 1.500 guru untuk 280 sekolah yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota.

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, mengatakan kebutuhan guru terjadi hampir merata di seluruh daerah, terutama di Kota Batam yang memiliki jumlah penduduk paling padat.

“Kebutuhan guru merata di semua kabupaten/kota, terutama Batam dengan jumlah penduduk terpadat. Masing-masing sekolah butuh lima sampai enam guru,” ujar Andi Agung di Tanjungpinang, Minggu.

Menurutnya, tingginya kebutuhan tenaga pengajar dipengaruhi meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) setiap tahun.

Baca Juga: Arya Saputra dan Keizia Hirano Terpilih Jadi Encik dan Puan Batam 2026

Pada tahun 2026, jumlah siswa baru SMA, SMK, SLB, termasuk Madrasah Aliyah (MA), di Kepri diperkirakan mencapai sekitar 39.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 calon siswa berasal dari luar daerah atau luar provinsi.

Disdik Kepri telah memetakan kebutuhan guru di masing-masing satuan pendidikan. Kekurangan tenaga pendidik paling banyak terjadi pada guru mata pelajaran umum dan guru vokasi untuk jenjang SMK.

“Datanya akan kami serahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, untuk selanjutnya diusulkan formasi CPNS guru secara bertahap ke pemerintah pusat,” katanya.

Selain penambahan tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi Kepri juga berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada tahun ini.

Sebanyak 10 USB jenjang SMA, SMK dan SLB akan dibangun di sejumlah wilayah di Kepri guna mengakomodasi kebutuhan siswa baru.

Dua unit sekolah akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai sekitar Rp5 miliar per sekolah. Sementara delapan USB lainnya dibangun pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan anggaran sekitar Rp8 miliar per sekolah.

Baca Juga: Budidaya Ikan Bioflok 2026, Solusi Lahan Sempit di Perkotaan Batam

Pembangunan sekolah tersebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Batam, Lingga, Tanjungpinang hingga Natuna.

“Tujuannya agar akses pendidikan anak-anak kita merata di semua wilayah, apalagi di pulau terluar seperti Natuna,” ujar Andi Agung.

Tag: 

Editor : Putut Ariyotejo
#guru Kepri #pendidikan Kepri #sekolah baru #Disdik Kepri #batam