Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polisi Masih Selidiki Kecelakaan Kerja Forklift di PT ASL Shipyard Batam yang Tewaskan Pekerja

Eusebius Sara • Senin, 11 Mei 2026 | 13:31 WIB
Barang bukti Forklift yang digunakan dalam kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. F. Istimewa
Barang bukti Forklift yang digunakan dalam kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. F. Istimewa

batampos – Polresta Barelang masih terus menyelidiki kasus kecelakaan kerja yang melibatkan forklift di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden kecelakaan kerja tersebut.

“Penyelidikan kecelakaan kerja di ASL masih terus berjalan,” ujar Anggoro, Senin (11/5).

Menurutnya, meski belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, penyidik telah melakukan sejumlah tahapan penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Meskipun belum ada penetapan tersangka, namun sejumlah proses penyelidikan sudah berjalan dengan baik. Mulai pemeriksaan saksi, olah TKP dan lain sebagainya,” katanya.

Selain fokus pada proses hukum, kepolisian juga memantau pemenuhan hak keluarga korban, termasuk terkait pemberian santunan dari perusahaan kepada keluarga pekerja yang meninggal dunia.

“Termasuk dengan monitoring santunan kepada keluarga korban. Ini masih terus kami tangani,” tambahnya.

Baca Juga: Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya

ang dihimpun, kecelakaan kerja itu terjadi saat aktivitas operasional berlangsung di area galangan kapal PT ASL Shipyard. Forklift yang tengah beroperasi diduga mengalami insiden yang menyebabkan pekerja di sekitar lokasi mengalami kecelakaan fatal.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis akibat luka serius yang dialami. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini kembali memicu sorotan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri galangan kapal di Batam.

Kalangan buruh menilai kecelakaan kerja yang terus berulang harus menjadi bahan evaluasi serius, baik bagi perusahaan maupun instansi pengawas ketenagakerjaan.

Baca Juga: Cari Tempat Nongkrong? 5 Warkop Enak di Batam yang Lagi Viral

Serikat pekerja sebelumnya juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja.

Mereka menilai pengawasan terhadap standar K3 perlu diperketat agar kecelakaan serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Sementara itu, Polresta Barelang memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka. Polisi juga masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mendalami aspek teknis kecelakaan serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#forklift #polresta barelang #batam #PT ASL Shipyard #kecelakaan kerja