Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Seribu Pelajar Unjuk Bakat Seni dan Olahraga pada Ajang FLS3N dan O2SN 2026

Abdul Azis Maulana • Senin, 11 Mei 2026 | 14:34 WIB
Pemerintah Kota Batam mulai menggelar Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam sebagai ruang bagi pelajar. F. Azis Maulana / Batam Pos
Pemerintah Kota Batam mulai menggelar Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam sebagai ruang bagi pelajar. F. Azis Maulana / Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam mulai menggelar Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan non-akademik yang dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Anak-anak akan menunjukkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka. Ini menjadi ruang unjuk kemampuan yang selama ini mereka pelajari melalui kegiatan di sekolah,” ujar Hendri, Senin (11/5).

Menurutnya, sebelum memasuki tingkat kota, seleksi telah dilakukan terlebih dahulu di tingkat kecamatan untuk jenjang SD dan tingkat wilayah untuk SMP. Dari seluruh tahapan tersebut, jumlah peserta yang terlibat mencapai hampir 1.600 siswa.

Namun pada tingkat kota, jumlah peserta yang tampil menyusut menjadi sekitar 1.000 siswa setelah melalui proses seleksi.

Para peserta mengikuti berbagai cabang lomba, mulai dari tari kreasi, vokal solo, ensemble musik, hingga cabang olahraga pelajar.

Hendri menyebut pelaksanaan FLS3N dan O2SN tingkat Kota Batam berlangsung selama tiga hari, setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah. Kegiatan ini dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan non-akademik di sekolah.

“Ini bukan hanya soal prestasi akademik. Anak-anak juga perlu memahami seni, sastra, budaya, dan olahraga sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kreativitas mereka,” katanya.

Ia menambahkan, para pemenang dari tingkat kota nantinya akan mewakili Batam pada ajang tingkat Provinsi Kepulauan Riau hingga ke tingkat nasional.

Menurut Hendri, penguatan pendidikan non-akademik penting dilakukan agar siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta pemahaman budaya.

Ia juga menegaskan pentingnya nilai budaya Melayu dalam dunia pendidikan di Batam.

“Anak-anak kita hidup di daerah Melayu yang menjadi payung negeri bagi Kota Batam. Karena itu, pendidikan budaya juga harus diperkuat,” ujarnya. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#FLS3N #pelajar Batam #batam #O2SN #disdik batam