batampos - Hujan deras yang mengguyur Kota Batam, Selasa (17/5) siang, menyebabkan ruas Jalan R Suprapto, Batuaji, terendam banjir. Genangan air terjadi tepat di sekitar SPBU Simpang Basecamp dan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat lumpuh total.
Air yang menggenangi badan jalan terlihat cukup tinggi hingga menutup hampir seluruh ruas jalan. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melaju sangat pelan untuk menghindari mogok saat menerobos banjir. Bahkan, beberapa pengendara memilih berhenti di pinggir jalan sambil menunggu air mulai surut.
Kondisi terparah terjadi saat hujan masih turun deras. Arus lalu lintas dari arah Batuaji menuju Sekupang maupun sebaliknya sempat terhenti karena kendaraan tidak dapat melintas secara normal. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan di kedua jalur.
Setelah hujan mulai reda, kendaraan perlahan kembali bergerak meski harus mengantre dan melintas secara bergantian. Namun, genangan air masih tampak memenuhi jalan karena aliran air tidak mengalir lancar menuju drainase di sekitar lokasi.
Sejumlah warga menilai banjir di kawasan Simpang Basecamp bukan lagi persoalan baru. Hampir setiap hujan deras turun, ruas jalan tersebut selalu terendam hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
“Kalau hujan deras sedikit saja sudah pasti banjir. Air lama surut karena parit seperti tidak berfungsi,” ujar Rahman, salah seorang warga Batuaji yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan Ramli, warga lainnya yang berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius terhadap persoalan drainase di kawasan Batuaji. Menurut mereka, bukan hanya jalan utama yang terdampak, tetapi juga sejumlah titik permukiman warga ikut terendam saat hujan dengan intensitas tinggi.
Warga berharap ada perhatian dan langkah konkret dari instansi terkait untuk memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus berulang. Mereka khawatir jika kondisi ini dibiarkan, genangan akan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat sekitar. (*)
Editor : Jamil Qasim