batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau, menyiapkan fasilitas ruang isolasi di RSUD Embung Fatimah sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan kasus suspek hantavirus di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan hingga saat ini belum ada temuan kasus hantavirus di Batam. Namun, langkah kesiapsiagaan tetap dilakukan sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
“Kalau di pintu masuk Batam ada pemantauan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun dari Dinkes kami bersiap menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit,” ujar Didi saat dihubungi di Batam, Senin.
Ia menjelaskan RSUD Embung Fatimah disiapkan sebagai rumah sakit rujukan apabila ditemukan pasien dengan gejala suspek hantavirus.
“Kami melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan untuk memastikan kesiapan tatalaksana kasus penyakit virus hanta. Rencananya di RS Embung Fatimah,” katanya.
Menurut Didi, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran dan peringatan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terkait potensi penyebaran penyakit virus hanta, meski hingga kini belum ada laporan kasus di Indonesia.
Dinkes Batam juga memperkuat sistem surveilans melalui pemantauan berbagai penyakit pernapasan seperti Severe Acute Respiratory Infection (SARI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Dinkes turut melakukan edukasi kepada tenaga medis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini.
“Kami juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan, deteksi, dan respons penyakit virus hanta kepada tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengendalikan populasi tikus dan celurut yang diketahui sebagai pembawa virus tersebut.
“Pengendalian faktor risiko juga dilakukan melalui promosi kesehatan dan pelibatan puskesmas, rumah sakit, serta lintas sektor terkait,” kata Didi.
Ia menegaskan pengawasan dan langkah antisipasi akan terus diperkuat sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penyebaran penyakit di Kota Batam. (*)
Editor : Putut Ariyotejo