Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Patroli Gabungan Indonesia-Singapura Antisipasi TPPO hingga Penyelundupan Narkotika di Perbatasan Laut

Yashinta • Kamis, 14 Mei 2026 | 16:16 WIB

Personel Ditpolairud Polda Kepri bersama Singapore Police Coast Guard melakukan patroli dan koordinasi pengamanan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Singapura, Rabu (13/5). F. Ditpolairud Polda Kepri untuk Batam Pos
Personel Ditpolairud Polda Kepri bersama Singapore Police Coast Guard melakukan patroli dan koordinasi pengamanan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Singapura, Rabu (13/5). F. Ditpolairud Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Jalur laut perbatasan Indonesia-Singapura kembali diperketat. Ditpolairud Polda Kepri bersama Singapore Police Coast Guard (SPCG) menggelar patroli gabungan sekaligus pertemuan koordinasi di wilayah perairan strategis, Rabu (13/5).

Patroli menggunakan KP XXXI-2007 milik Ditpolairud Polda Kepri itu menyisir kawasan Perairan Belakang Padang hingga Karang Nipah yang selama ini dikenal sebagai jalur padat pelayaran internasional.

Dirpolairud Polda Kepri, Ade Mulyana, mengatakan patroli dilakukan untuk memperkuat pengawasan wilayah laut sekaligus mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

“Patroli ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas pelayaran sekaligus mencegah potensi tindak pidana di wilayah perairan perbatasan,” ujarnya.

Selama patroli berlangsung, personel memantau lalu lintas kapal yang melintas di jalur internasional. Pengawasan difokuskan untuk memastikan situasi perairan tetap aman dan kondusif bagi pengguna transportasi laut.

Menurut Ade, patroli juga menyasar potensi kejahatan transnasional seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, penyelundupan barang ilegal, pencurian di laut hingga aksi perompakan kapal.

“Patroli juga difokuskan untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan transnasional seperti TPPO, penyelundupan narkotika, penyelundupan barang ilegal, pencurian di laut, hingga aksi perompakan kapal,” tegasnya.

Pengawasan kemudian dilanjutkan ke Perairan Karang Nipah yang dinilai rawan terhadap aktivitas pelanggaran hukum di laut. Dari hasil patroli sementara, kondisi perairan dilaporkan aman dan terkendali.

Usai patroli, kapal Ditpolairud bergerak menuju titik koordinat perbatasan Indonesia-Singapura untuk melaksanakan Rendezvous (RV) bersama aparat SPCG.

Pertemuan tersebut dipimpin Superintendent (A1) Ahmad Najib Mohamed Naim selaku Commanding Officer Brani Region Base dari pihak SPCG.

Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas penguatan koordinasi pengamanan wilayah laut perbatasan serta pertukaran informasi secara real-time terkait potensi gangguan keamanan maritim.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara aparat keamanan Indonesia dan Singapura dalam menjaga keamanan jalur laut internasional,” jelas Ade.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara yang memanfaatkan wilayah perairan perbatasan sebagai jalur aktivitas ilegal.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 maupun aplikasi Polri Super Apps yang aktif selama 24 jam.

“Laporan masyarakat sangat penting untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah perairan Kepri,” ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Singapore Police Coast Guard #Perbatasan Laut #patroli laut #polda kepri #tppo