Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Praktik Mafia K3 Diduga Lahirkan Pengawas Tak Kompeten di Batam

batampos • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi kecelakaan kerja. F. chatgpt image
Ilustrasi kecelakaan kerja. F. chatgpt image

batampos – Dugaan praktik mafia sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tengah dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut berpotensi berdampak terhadap maraknya kecelakaan kerja di Batam.

Praktik dugaan permainan dalam penerbitan sertifikat K3 dinilai dapat melahirkan tenaga kerja maupun pengawas yang tidak benar-benar memiliki kompetensi di bidang keselamatan kerja.

Kasus dugaan korupsi dan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia kini menjadi sorotan serius kalangan serikat pekerja di Batam.

Kekhawatiran itu muncul karena Batam sebagai kota industri dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai kasus kecelakaan kerja, terutama di sektor galangan kapal dan manufaktur.

Kalangan pekerja menilai sertifikasi K3 seharusnya menjadi instrumen penting untuk memastikan standar keselamatan kerja diterapkan secara benar di lingkungan industri. Namun, apabila proses penerbitannya diduga disalahgunakan, maka risiko kecelakaan kerja dinilai dapat semakin meningkat.

Kasus yang tengah ditangani KPK itu pun memunculkan dorongan agar pengawasan terhadap sistem sertifikasi dan penerapan standar keselamatan kerja di kawasan industri diperketat guna mencegah jatuhnya korban di tempat kerja.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri masih terus mendalami dugaan aliran dana miliaran rupiah dalam perkara tersebut. Sejumlah perusahaan di Batam juga telah diperiksa terkait dugaan praktik pemberian uang kepada oknum pegawai maupun pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan untuk memuluskan penerbitan sertifikat K3.

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

Editor : Jamil Qasim
#Sertifikasi K3 #Praktik Mafia