Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Truk Tanah di Batam Kian Dikeluhkan Warga

Eusebius Sara • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:56 WIB
Ceceran tanah di sepanjang Jalan Letjend Suprapto, tepatnya dari Simpang Dam hingga arah Simpang K-Square, Jumat (25/4).
Ceceran tanah di sepanjang Jalan Letjend Suprapto, tepatnya dari Simpang Dam hingga arah Simpang K-Square, Jumat (25/4).

batampos – Keluhan masyarakat terhadap aktivitas truk pengangkut material tanah di sejumlah ruas jalan Kota Batam semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah musim hujan yang masih berlangsung, kendaraan proyek tersebut dinilai tetap bebas beroperasi tanpa pengawasan maksimal sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Aktivitas truk tanah yang melintas hampir sepanjang hari dikeluhkan karena memperparah kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur kendaraan proyek kini kerap mengalami antrean panjang akibat banyaknya dump truck yang keluar masuk lokasi proyek.

Baca Juga:  Li Claudia Chandra Klarifikasi Polemik Pendataan Penduduk Non-KTP Batam

Selain menyebabkan kemacetan, warga juga menyoroti kondisi jalan yang semakin kotor akibat material tanah yang berceceran dari bak truk. Banyak kendaraan pengangkut tanah disebut masih tidak menggunakan penutup terpal sehingga material jatuh ke badan jalan selama perjalanan.

Saat cuaca panas, tanah yang tercecer berubah menjadi debu tebal dan mengganggu jarak pandang pengendara. Sementara ketika hujan turun, jalan menjadi licin karena bercampur lumpur sehingga membahayakan pengendara roda dua.

Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat adanya penindakan serius di lapangan. Masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan proyek yang melanggar aturan.

“Kalau musim hujan seperti sekarang ini makin parah. Jalan jadi berlumpur, macet, dan rawan kecelakaan. Harus ada tindakan tegas supaya truk tidak bebas seperti sekarang,” ujar Amira, salah seorang pengguna jalan di kawasan Baloi.

Selain mengganggu lalu lintas, aktivitas kendaraan bertonase besar itu juga disebut mempercepat kerusakan jalan. Beberapa ruas jalan yang sering dilintasi dump truck mulai mengalami keretakan dan berlubang akibat beban kendaraan yang dinilai melebihi kapasitas jalan.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Barelang, Afiditya Arief Wibowo, menyatakan pihaknya telah melakukan edukasi kepada perusahaan penyedia kendaraan proyek terkait kewajiban keselamatan berlalu lintas, termasuk penggunaan terpal penutup muatan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Batam bersama instansi terkait juga disebut terus melakukan koordinasi pengawasan kendaraan angkutan barang. Pengawasan difokuskan pada kelayakan kendaraan, kebersihan kendaraan sebelum memasuki jalan umum, serta kepatuhan terhadap aturan operasional.

Masyarakat berharap pengawasan tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi juga disertai penindakan nyata terhadap pelanggaran di lapangan. Langkah tegas dinilai penting untuk mengurangi kemacetan, menjaga kondisi jalan tetap layak, serta menciptakan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan di Kota Batam.

Editor : Putut Ariyo
#Truk tanah Batam #Kemacetan Batam #Dump truck #polresta barelang #dishub batam