batampos – Warga Perumahan Gesya Paradise dan Perumahan Asena di kawasan Pancur, RW 06, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mengeluhkan kondisi akses jalan utama menuju permukiman mereka yang hingga kini belum tersentuh semenisasi maupun pengaspalan.
Saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan aktivitas warga. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu tebal kerap mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Kondisi jalan rusak ini disebut telah berlangsung sejak warga mulai menempati kawasan perumahan tersebut pada 2021. Hingga kini, keluhan warga belum berujung pada perbaikan yang nyata.
Ketua RT 06/RW 06 Kelurahan Tanjungpiayu, Zulfikar, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut warga telah lama mengeluhkan akses jalan yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: AS dan Iran Sepakat Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Berpotensi Stabil
“Kalau hujan itu seperti kubangan lumpur, kalau panas berdebu. Warga sudah cukup lama mengeluhkan kondisi ini karena akses keluar masuk rumah jadi sulit,” ujar Zulfikar, Senin (25/5).
Senada, Ketua RW 06 Harno mengatakan warga telah menghadapi kondisi tersebut selama kurang lebih lima tahun. Jalan yang licin saat hujan disebut kerap membahayakan, terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu.
“Sudah lima tahun kami merasakan jalan seperti ini. Saat hujan becek dan licin, kalau panas debunya tebal. Ibu-ibu sering jatuh karena jalan berlumpur,” kata Harno.
Warga lainnya, Viko, menilai masyarakat hanya mengharapkan solusi sederhana berupa semenisasi jalan agar akses tidak lagi dipenuhi lumpur setiap musim hujan.
“Kami tidak menuntut yang mewah, minimal disemenisasi supaya tidak becek lagi. Kasihan warga yang tiap hari harus melewati lumpur,” ujarnya.
Menurut warga, berbagai upaya telah dilakukan dengan menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan hingga kecamatan. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian penanganan.
Bahkan, warga menyebut terjadi saling lempar tanggung jawab antara pihak pemerintah dan pengembang perumahan.
Baca Juga: Firefox Bersiap Tampil Baru, Mozilla Tambahkan Tombol Khusus untuk Matikan AI
“Ke kelurahan dan kecamatan sudah pernah disampaikan, tapi diarahkan ke developer. Sementara dari pengembang disebut tanggung jawab pemerintah. Jadi seperti dipingpong,” kata Harno.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak pengembang dapat segera duduk bersama untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Mereka menilai perbaikan jalan sangat mendesak dilakukan, mengingat akses tersebut merupakan jalur utama aktivitas sehari-hari bagi penghuni Perumahan Gesya Paradise dan Asena. (*)
Editor : Putut Ariyo