Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP Batam Luncurkan LMS, Pengembang Nilai Dorong Investasi dan Transparansi Lahan di Batam

Muhammad Syaban • Senin, 25 Mei 2026 | 21:09 WIB
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan

batampos - Badan Pengusahaan Batam (Badan Pengusahaan Batam) resmi meluncurkan layanan digital Land Management System (LMS) pada Senin (25/5). Sistem baru pengelolaan dan pengalokasian lahan ini mendapat respons positif dari pelaku usaha, khususnya pengembang properti, yang menilai inovasi tersebut dapat memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (Real Estate Indonesia) Khusus Batam, Robinson Tan, menilai kehadiran LMS menjadi langkah strategis yang memberikan angin segar bagi dunia usaha. Menurutnya, kemudahan akses dan percepatan layanan pengalokasian lahan akan berdampak langsung pada aktivitas investasi di Batam.

“Dengan adanya LMS ini menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Karena setiap alokasi lahan yang diberikan akan berlanjut pada proses pembangunan, yang pada akhirnya memicu perputaran ekonomi,” ujar Robinson, Senin (25/5).

Ia menambahkan, sistem digital tersebut juga membawa perubahan signifikan dalam hal transparansi proses pengajuan lahan yang selama ini kerap menjadi perhatian pelaku usaha. Melalui LMS, proses dinilai lebih terbuka dan dapat diakses oleh seluruh investor secara lebih adil.

Namun demikian, REI Batam mengakui belum memperoleh data pasti mengenai jumlah antrean pengajuan lahan yang telah masuk melalui sistem baru tersebut. Informasi tersebut sepenuhnya berada di ranah pengelola sistem.

Baca Juga: The Sims Project Rene Diduga Bocor. Fans Khawatir Franchise Makin Mirip Gim Mobile

“Untuk jumlah antrean permohonan lahan, kami belum mendapatkan data yang akurat dari BP Batam,” jelasnya.

Robinson juga menyoroti potensi meningkatnya persaingan antar investor akibat sistem yang lebih terbuka. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi logis dari penerapan digitalisasi layanan pertanahan.

“Persaingan pasti ada. Karena sistem ini membuat semua pengalokasian lahan lebih transparan dan terbuka untuk semua investor, sehingga ada sisi positif dan tantangan bagi pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan kawasan agar tidak terjadi pembangunan yang berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi global maupun nasional.

“Pembangunan harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai over development justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tegasnya.

Terkait potensi persaingan antara investor lokal dan asing, Robinson optimistis BP Batam akan tetap menjaga keseimbangan kebijakan investasi. Ia berharap investasi asing difokuskan pada sektor industri dan proyek berskala besar, sementara pelaku usaha lokal tetap diberi ruang di sektor lainnya.

“Saya yakin BP Batam akan menjaga keseimbangan. Investor asing sebaiknya difokuskan pada sektor tertentu yang membutuhkan modal dan teknologi besar,” pungkasnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#LMS Batam #bp batam #REI Batam #properti batam #investasi batam