Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Museum Batam Raja Ali Haji Tambah Teater Mini

Antara • Senin, 1 Juni 2026 | 16:16 WIB
Penayangan film pendek Museum Batam Raja Ali Haji dalam teater mini museum di Batam, Kepri, Senin (1/6/2026). ANTARA/Amandine Nadja
Penayangan film pendek Museum Batam Raja Ali Haji dalam teater mini museum di Batam, Kepri, Senin (1/6/2026). ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Museum Batam Raja Ali Haji di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menambah fasilitas teater mini sebagai upaya meningkatkan daya tarik kunjungan sekaligus memperkuat fungsi edukasi sejarah bagi masyarakat, pelajar, dan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan teater mini tersebut merupakan bagian dari pengembangan fasilitas museum yang pembangunannya rampung pada akhir 2025 dan kini sudah mulai beroperasi.

“Mini theater ini sudah mulai dibuka. Fasilitas ini tidak terpisah dari museum, tetapi menjadi bagian dari amenitas yang melengkapi Museum Batam Raja Ali Haji,” ujarnya di Batam, Senin.

Ia menjelaskan, keberadaan teater mini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung. Selain menampilkan sejarah Batam, fasilitas digital tersebut juga dapat digunakan untuk pemutaran film edukasi maupun kegiatan komunitas kebudayaan.

Baca Juga: Mitsubishi Bangkitkan Pajero dan Montero, SUV Legendaris Siap Kembali ke Jalanan

“Kami ada tampilan tetap tentang museum ini sendiri dan sejarah Batam. Karena sifatnya digital, ke depan juga bisa digunakan untuk pemutaran film atau kegiatan komunitas yang berkaitan dengan edukasi dan kebudayaan,” katanya.

Pembangunan teater mini tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp400 juta. Fasilitas ini telah beroperasi sekitar lima bulan terakhir dan mulai menunjukkan respons positif dari pengunjung.

Ardiwinata menyebutkan, antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pelajar, cukup tinggi sejak fasilitas tersebut dibuka.

“Animo masyarakat bagus, terutama anak-anak sekolah. Ini menjadi tambahan daya tarik bagi mereka ketika berkunjung ke museum,” ujarnya.

Selain memperkuat fungsi edukasi, kehadiran fasilitas baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan retribusi daerah. Saat ini, tarif masuk Museum Batam Raja Ali Haji dibedakan berdasarkan kategori pengunjung, yakni Rp5.000 untuk pelajar, Rp10.000 untuk masyarakat umum, dan Rp15.000 untuk wisatawan mancanegara.

“Dengan adanya mini theater ini tentu menjadi salah satu kekuatan museum untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan retribusi daerah,” tambahnya.

Baca Juga: Bima Azriel Ajak Generasi Muda Tetap Pegang Teguh Nilai Pancasila di Era Digital

Museum Batam Raja Ali Haji sendiri beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, dengan fleksibilitas layanan bagi rombongan wisata tertentu sesuai kebutuhan.

Ardiwinata juga menegaskan bahwa museum yang berdiri sekitar empat tahun lalu itu telah terakreditasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan status museum tipe B.

Ke depan, pihaknya berharap Museum Batam Raja Ali Haji dapat terus berkembang dan naik kelas menjadi museum tipe A, sekaligus menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya utama di Kepulauan Riau. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Museum Batam #wisata edukasi #kepulauan riau #disbudpar batam #Raja Ali Haji