Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

UT Batam Bidik 4.000 Mahasiswa Baru, Generasi Muda Jadi Penyumbang Terbesar

Rengga Yuliandra • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB
Direktur UT Batam Angga Sucitra Hendrayana.
Direktur UT Batam Angga Sucitra Hendrayana.

batampos – Universitas Terbuka (UT) Batam kini mengalami perubahan profil mahasiswa yang cukup signifikan. Jika sebelumnya dikenal sebagai pilihan utama bagi para pekerja atau mahasiswa usia dewasa, saat ini mayoritas mahasiswa justru berasal dari kalangan muda berusia di bawah 25 tahun.

Perubahan tren tersebut terlihat dari meningkatnya minat lulusan SMA dan sederajat yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang ditawarkan UT.

Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan sekitar 70 persen mahasiswa Universitas Terbuka secara nasional saat ini merupakan mahasiswa usia muda. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem kuliah daring yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan era digital.

“Sekarang pola mahasiswa UT sudah berubah. Dulu identik dengan pekerja, sekarang justru didominasi anak muda di bawah 25 tahun. Mereka melihat kuliah jarak jauh lebih fleksibel dan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

UT Batam telah membuka pendaftaran mahasiswa baru semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sejak awal Mei lalu dengan target penerimaan sebanyak 4.000 mahasiswa baru.

Pendaftaran dibuka melalui dua jalur, yakni jalur umum atau non-Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan jalur RPL atau alih kredit. Untuk jalur umum, pendaftaran berlangsung hingga 22 Juli 2026, sedangkan jalur RPL ditutup pada 24 Juni 2026 karena harus melalui proses asesmen dan pengakuan capaian pembelajaran sebelumnya.

“Jalur umum diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat yang baru pertama kali kuliah. Sedangkan RPL untuk mahasiswa transfer, mereka yang pernah kuliah tetapi belum selesai, atau pekerja yang pengalaman kerjanya dapat dikonversi menjadi pengurangan SKS,” jelas Angga.

Selain fleksibilitas waktu belajar, biaya kuliah yang relatif terjangkau juga menjadi salah satu daya tarik utama UT. Mahasiswa hanya perlu membayar biaya kuliah sekitar Rp1,3 juta hingga Rp3 juta per semester, tergantung skema perkuliahan yang dipilih.

“Mahasiswa bisa memilih sistem paket atau per SKS sesuai kemampuan finansial masing-masing,” katanya.

Angga menegaskan, meskipun menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh, kualitas dan beban studi tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional. Dalam satu semester, mahasiswa tetap menjalani proses pembelajaran yang setara dengan 16 kali pertemuan.

“Masih banyak yang mengira kuliah di UT hanya delapan kali pertemuan. Padahal tetap setara 16 kali, hanya saja sebagian dilakukan melalui pembelajaran mandiri dan sebagian lagi pembelajaran terbimbing secara online maupun tatap muka,” ujarnya.

Untuk pilihan program studi, Manajemen dan Ilmu Hukum masih menjadi favorit mahasiswa di wilayah Kepri. Namun, Program Studi Sistem Informasi menunjukkan tren peningkatan peminat yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau di Batam paling banyak Manajemen, Karimun banyak Ilmu Hukum, sementara di Natuna Ilmu Komunikasi cukup tinggi peminatnya,” kata Angga.

Saat ini jumlah mahasiswa aktif UT Batam mencapai sekitar 16.400 orang yang tersebar di Kepulauan Riau hingga Johor dan Singapura. Tahun ini, UT Batam menargetkan jumlah mahasiswa aktif meningkat hingga mendekati 19.000 orang.

“Tahun ini target kami minimal dua kali lipat dari semester sebelumnya. Mudah-mudahan total mahasiswa aktif bisa menyentuh 19 ribu orang,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#mahasiswa baru #ut batam