batampos – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) II yang berlokasi di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, rampung dibangun dan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, terutama yang berdomisili di Kecamatan Sei Beduk, Batuaji, dan wilayah sekitarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama akan berlangsung pada 11 hingga 14 Juni mendatang.
“Pada tahap pertama ini kami membuka dua rombongan belajar. Seluruh persiapan sudah selesai,” ujar Kasdianto, Rabu (3/6).
Ia menjelaskan, sekolah tersebut menerima calon peserta didik dengan berbagai jenis kebutuhan khusus sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, anak yang memiliki potensi kecerdasan maupun bakat istimewa juga dapat mengikuti proses seleksi melalui jalur yang tersedia.
Baca Juga: Pengangguran Kepri Tertinggi Kedua Nasional, Lulusan SMA hingga Sarjana Mendominasi
Seleksi calon peserta didik jenjang TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB dilakukan melalui verifikasi dokumen administrasi serta hasil asesmen yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Kasdianto menambahkan, apabila sekolah terdekat belum memiliki layanan yang sesuai dengan jenis hambatan atau kebutuhan peserta didik, maka calon siswa dapat direkomendasikan ke satuan pendidikan lain yang lebih tepat.
“Ketentuan ini sudah kami sosialisasikan kepada orang tua. Mudah-mudahan dengan adanya sekolah baru ini, akses pendidikan bagi masyarakat Batuaji dan Sei Beduk menjadi lebih mudah dan terjangkau,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Batam terus meningkat setiap tahun. Karena itu, kehadiran SLBN II Mangsang diharapkan dapat menjadi solusi untuk menambah daya tampung sekaligus mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Selain memperluas akses pendidikan inklusif, sekolah baru tersebut juga diharapkan mampu memberikan layanan pembelajaran yang optimal sehingga lebih banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh hak pendidikan yang layak.
“Kami berharap SLBN II Mangsang dapat menampung lebih banyak siswa berkebutuhan khusus dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi mereka,” tutup Kasdianto. (*)
Editor : Putut Ariyo