Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Misteri Bayi Terdampar di Pantai Sekilak, Polisi Telusuri Asal-Usul Korban

Yashinta • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:01 WIB
Ilustrasi jasad bayi di pantai. F chatgpt
Ilustrasi jasad bayi di pantai. F chatgpt

batampos – Penyebab kematian dan asal-usul jasad bayi laki-laki yang ditemukan di Pantai Sekilak, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, masih menjadi misteri.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.

Polisi menduga jasad bayi tersebut tidak dibuang di lokasi penemuan, melainkan hanyut terbawa arus laut dari tempat lain sebelum akhirnya terdampar di kawasan Pantai Sekilak.

Kapolsek Nongsa, Kompol Eriman, mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil penyelidikan awal dan kondisi geografis lokasi penemuan.

“Masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara bayi itu dibuang dari tempat lain lalu hanyut hingga terdampar di Pantai Sekilak,” ujarnya.

Menurut Eriman, kondisi jasad bayi saat ditemukan mengalami sejumlah luka berat. Bagian kepala ditemukan dalam kondisi pecah, sementara salah satu kaki mengalami patah.

Ia menduga luka tersebut bukan disebabkan tindak kekerasan setelah bayi berada di lokasi penemuan, melainkan akibat benturan dengan bebatuan di sepanjang pesisir saat jasad terbawa arus laut.

“Kondisi pantai di lokasi penemuan berupa pasir dan bebatuan. Kemungkinan saat hanyut jasad bayi terbentur batu-batu yang ada di sekitar pantai,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan penyidik masih berupaya mengungkap identitas bayi maupun orang tua yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk beberapa bidan yang berpraktik di wilayah sekitar Nongsa. Namun hingga saat ini, polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah pada identitas korban.

“Kami sudah memeriksa beberapa bidan, namun sejauh ini belum ditemukan informasi yang mengarah pada identitas bayi tersebut. Penyidikan masih terus berjalan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait penyebab kematian korban.

“Hasil autopsi masih kami tunggu. Nantinya hasil itu akan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan,” tambah Rayhan.

Polisi juga berupaya memastikan apakah bayi tersebut meninggal dunia sebelum dibuang atau justru meninggal setelah berada di lingkungan tempat jasad ditemukan.

Sebelumnya, warga Nongsa digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di Pantai Sekilak pada Rabu (20/5) sore. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh sejumlah anak yang sedang bermain dan berenang di sekitar pantai.

Saat ditemukan, kondisi jasad telah membusuk dan mengalami perubahan warna sehingga sempat dikira boneka oleh warga. Setelah diperiksa lebih dekat, warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT/RW dan pihak kepolisian.

Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga merupakan bayi yang baru dilahirkan. Polisi menemukan tali pusar yang masih menempel pada tubuh korban, yang mengindikasikan bayi kemungkinan belum lama lahir sebelum meninggal dunia.

Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menggemparkan warga Nongsa tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Pantai Sekilak #jasad bayi