batampos – Harga bahan bakar pesawat (avtur) di Bandara Hang Nadim Batam turun sekitar 10 persen mulai Juni 2026. Penurunan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga mengikuti perkembangan harga energi global dan kebijakan nasional yang berlaku.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) yang berada di wilayah operasionalnya, termasuk AFT Hang Nadim Batam.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan harga avtur domestik di Bandara Hang Nadim pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp23.440,11 per liter. Angka ini turun dibandingkan harga pada Mei 2026 yang mencapai Rp26.138,18 per liter.
“Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti mekanisme yang berlaku dan mempertimbangkan perkembangan harga energi global,” kata Fahrougi.
Baca Juga: Penerbitan Kartu Kuning di Batam Naik, Disnaker Catat 12.284 Pencari Kerja hingga Mei 2026
Menurutnya, penurunan harga avtur diharapkan memberikan dampak positif bagi industri penerbangan nasional. Selain membantu meningkatkan efisiensi operasional maskapai, kebijakan tersebut juga diyakini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
Fahrougi menegaskan ketersediaan avtur di seluruh Aviation Fuel Terminal wilayah Sumbagut tetap aman dan mencukupi kebutuhan operasional penerbangan. Penyaluran kepada seluruh pelanggan sektor aviasi juga berlangsung normal tanpa hambatan.
“Seluruh sarana dan fasilitas penyaluran avtur dipastikan siap mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina akan terus memantau dinamika pasar energi global guna memastikan pasokan dan layanan energi penerbangan tetap andal, kompetitif, serta berkelanjutan.
Meski harga avtur mengalami penurunan cukup signifikan, dampaknya terhadap harga tiket pesawat belum dapat dipastikan secara langsung. Namun, sejumlah maskapai mulai mengisyaratkan adanya penyesuaian tarif seiring turunnya biaya operasional tersebut.
Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, membenarkan adanya penurunan harga avtur. Menurutnya, kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap kebijakan harga tiket penerbangan.
“Tentunya untuk harga tiket ada penyesuaian,” kata Amar. (*)
Editor : Putut Ariyo